background img

PETANI MINTA HAK PAKAI LAHAN TIDUR

4 years ago written by

Balikpapan – Para petani meminta kepada Pemerintah Kota (Pemkot) dan DPRD untuk memaksimalkan lahan tidur yang ada di Balikpapan dan memberikan hak pakai kepada petani penggarap, serta menuntut adanya transparansi anggaran Dinas Pertanian Balikpapan untuk pengembangan dan bantuan petani.

Dua butir dari delapan tuntutan ini disampaikan saat orasi demo di depan gedung DPRD Balikpapan, Jl. Sudirman, pagi tadi (26/9) pukul 10.00 Wita. Ratusan massa datang dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dan Serikat Petani Indonesia (SPI) Balikpapan. Aksi penyampaian aspirasi ini dalam kaitan memperingati Hari Tani Nasional (HTN) yang jatuh pada tanggal 24 September.

Selain itu, petani juga memerlukan bantuan permodalan, jaminan pasar serta jaminan asuransi kepada petani Balikpapan sesuai dengan amanat UU No. 9 Tahun 2013 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Petani. Tuntunan ini disebut hasil kajian GMNI dan SPI yang menilai sampai saat ini kepedulian pemerintah kota dan DPRD terhadap petani masih kurang. “Kami berharap output dari aksi ini adalah muculnya Perda yang melindungi dan mensejahterakan petani Balikpapan,” kata David, jubir HTN.

Setelah berorasi perwakilan massa diterima oleh Wakil Ketua DPRD Thohari Aziz, Ketua Komisi II DPRD Abdul Yajid dan Wakil Ketua Komisi I DPRD Budiono. Tuntutan aksi ini diterima oleh DPRD Balikpapan dan akan dikoordinasikan dengan Pemerintah Kota dalam hal ini Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan.

Aksi HTN yang sama juga digelar di sejumlah daerah dengan mengangkat grand issue: Sejahterakan petani Indonesia, laksanakan reforma agraria sejati. Masalah ini salah satunya menuntut pemerintahan Jokowi-JK untuk segera menyelesaikan kasus-kasus agraria di Indonesia. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *