background img

PERWALI SEGERA TERBIT, KONTRAKTOR GIGIT JARI

4 years ago written by

Balikpapan – Para kontraktor yang terlibat dalam pengerjaan fisik sejumlah prasarana di Balikpapan tampaknya harus gigit jari lagi. Pasalnya, Peraturan Walikota (Perwali) tentang penundaan pembayaran proyek segera diteken Rizal Effendi. Ini terungkap dari pertemuan tertutup Pemkot Balikpapan dengan wakil rakyat di ruangan Ketua DPRD Abdulloh, Senin (9/16) siang.

Turut hadir dalam pertemuan itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum Tara Allorante, Sekretaris Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Agus Budi Prasetyo, Kabag Pembangunan Freddy Octavianus Nelwan, Ketua Komisi dan sejumlah anggota DPRD.

Dalam pertemuan tersebut Pemkot dan DPRD sepakat untuk melakukan penundaan pembayaran kepada kontraktor yang mengerjakan proyek pemerintah pada APBD Perubahan 2016. Persetujuan penundaan dilakukan dalam bentuk penandatanganan yang dilakukan pimpinan DPRD, Walikota dan Sekda.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, setelah penandatanganan kesepakatan ini pihaknya akan mengeluarkan Perwali. “Tadi Sudah disepakati ditandatangani oleh pimpinan DPRD untuk penundaan pembayaraan kegiatan fisik. Nanti kita segera buatkan Perwalinya,” ungkap Rizal usai pertemuan.

Adapun proyek yang ditunda pembayaran fisiknya yakni Balikpapan Islamic Center (BIC) dan Stadion Batakan, lantaran keduanya paling besar menelan anggaran. Rizal menjelaskan, masing-masing SKPD nantinya akan mengundang pihak ketiga untuk mendapatkan penjelasan terkait pekerjaan yang dilakukan oleh pengusaha/kontraktor. “Kita bayarkan 30 persen dulu, sisanya sebagian besar dibayarkan tahun 2017,” ucapnya.
Rizal juga mengungkapkan bahwa untuk sekarang ini bantuan keuangan yang diberikan pemerintah provinsi Kaltim kepada kabupaten/kota hanya 75 persen. “Misalnya bantuan keuangan provinsi 2016 yang ke kita Rp104 miliar, nah yang diberikan hanya 75 persen,” jelas Rizal. (FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *