background img

PERSIBA AKHIRI KERJASAMA DENGAN SALAHUDIN

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Karier kepelatihan Salahudin bersama Persiba Balikpapan harus berakhir lebih cepat. Tujuh bulan membesut Beruang Madu julukan Persiba Balikpapan, pelatih 40 tahun itu diputus kontrak karena gagal menjadikan timnya tampil kompetitif di Liga 2 musim 2019 ini. Meski sempat membuat awal yang menjanjikan.

Ya, Salahudin memang menjadi sorotan ketika resmi diperkenalkan sebagai pelatih Persiba pada 10 Januari 2019. Dia adalah salah satu pelatih terbaik Tanah Air. Buktinya, pada musim 2018 lalu, ia membawa Madura FC menjadi tim tak terkalahkan hingga merengkuh gelar juara paruh musim Wilayah Timur Liga 2.

Dengan prestasinya tersebut, cukup beralasan jika manajemen Persiba Balikpapan bisa cepat menerima Salahudin. Ia pun langsung membawa perubahan dalam metode latihan hingga program untuk pemain.

Salahudin pun dianggap sukses menaikkan level permainan Brayen Cesar dan kawan-kawan yang dinilai kurang menggigit di musim kompesiti tahun 2018 lalu. Skema racikan pelatih kelahiran Palembang itu membuat Persiba Balikpapan jadi salah satu tim paling berbahaya saat menyerang.

Namun, efek Salahudin ternyata tak bisa bertahan lama. Itu setelah hasil minor yang diraih Persiba hingga pekan ke enam Liga 2 musim 2019 ini. Dari enam laga yang sudah dijalankan, Persiba hanya mampu mengumpulkan tujuh poin hasil dari dua kemenangan dan satu kali seri.

Dengan pencapaian tersebut tak cukup bagi Salahudin untuk meyakinkan manajemen Beruang Madu. Mantan pembesut  Madura FC itu harus menanggalkan jabatannya dari kursi kepelatihan. Pertandingan pekan ke enam melawan Persik Kediri yang berakhir dengan skor 0-2, Sabtu (20/7) malam, di Stadion Batakan menjadi laga perpisahan Salahudin.

“Kami ambil keputusan ini sesuai dengan pertimbangan profesional. Bukan permasalahan suka atau tidak suka. Lebih kepada lepas target,” kata Ketua Harian Persiba Balikpapan, Sayid MN Fadhly saat dijumpai awak media, Minggu (21/7) sore.

Menurut Sayid, manajemen memang punya target tinggi lolos ke empat besar. Namun stelah melihat putaran pertama hanya menyisahkan empat laga, di mana lebih banyak laga tandang, tentu berada di empat besar bakal sulit. “Kalau pun bisa mungkin hanya masuk enam besar. Makanya kami ambil keputusan ini. Manajemen ini punya target dan akhirnya kesepakatan untuk memutuskan kontrak pelatih,”  ujarnya.

Keputusan ini, lanjut pria yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Balikpapan ini, memang cukup berat karena di tengah kompetisi sudah berjalan. “Cukup berat memang. Tapi sudah sangat tepat dilakukan. Agar tidak terlambat melakukan pembenahan menghadapi putaran kedua nanti,” ungkapnya.

Setelah ini, manajemen kata Sayid, akan mencari pelatih baru. Ia pun memastikan jika pekan ini keputusan pelatih baru sudah dilakukan. “Kita tunggu Presiden Persiba Pak Gede datang ke Balikpapan. Sekitar hari Rabu nanti. Dia yang akan memberikan penjelasan soal siapa pelatih yang akan dipilih,” ucapnya.  (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News · Sports

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *