background img

PERAN GURU AGAMA CEGAH ANAK PRILAKU MENYIMPANG

4 years ago written by

Balikpapan – Jumlah kasus tindakan menyimpang yang dilakukan oleh anak-anak secara umum semakin bertambah angkanya di Indonesia, termasuk di Balikpapan. Semisal kasus ngelem yang belakangan kian marak diberitakan media.

Sikap menyimpang ini terjadi disebabkan oleh beberapa faktor. Salah satu upaya meminimalisasi persoalan itu adalah pembelajaran akhlak yang diberikan oleh keluarga di rumah dan guru agama di sekolah. Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kaltim Drs H Saifi MPd menjelaskan hal tersebut saat diwawancarai KPFM di sela acara sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No. 9 dan 8 tahun 2016 di rumah jabatan Walikota Balikpapan, Selasa (28/9). Acara prakarsa Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) itu diikuti ratusan guru agama.

Menurut Saifi, disinilah peran guru diperlukan untuk memberikan edukasi pada anak-anak, bagaimana agama bisa diamalkan dan dapat mencegah perilaku yang menyimpang seperti mengonsumsi narkoba dan ngelem. Termasuk penyimpangan moral, tindak kekerasan dan prilaku LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender).

Ia menyarankan keberadaan FKUB pun harus bisa dihubungkan dengan anak didik di sekolah melalui guru-guru agama. Hal senada juga disampaikan Walikota Balikpapan Rizal Effendi. Bahwa peranan guru agama sangat diperlukan untuk menangkal informasi tidak benar yang beredar luas di media sosial kepada anak didik. “Jangan malah menambah kebohongan dan menyebarkan informasi yang tidak benar,” harap Rizal. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *