background img

PENUMPANG PELNI MELONJAK 10 PERSEN

6 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – PT Pelni Balikpapan memprediksi jumlah pemudik tahun 2019 yang menggunakan transportasi laut  akan meningkat tajam. Masih tingginya harga tiket pesawat menjadi salah satu penyebabnya.

Kepala Cabang PT Pelni Balikpapan, Yohanes Banne menyampaikan itu kepada wartawan saat ditemui di kantornya di jalan Yos Sudarso, Prapatan, Balikpapan Kota (Balkot), Kamis (16/5).

Dikatakannya, harga tiket pesawat yang tak kunjung turun membuat calon pemudik yang berniat pulang kampung saat Lebaran tahun 1440 H memilih alternatif angkutan darat dan laut.

“Tahun ini jumlah pemudik yang menggunakan kapal Pelni diprediksi akan mengalami peningkatan drastis. Kalau saya memprediksi akan ada kenaikan hingga 10 persen dibandingkan  2018 lalu,” kata Yohanes.

Menurut Yohanes, lonjakan penumpang kapal yang hendak mudik melalui Pelabuhan Semayang akan mulai terjadi pada 21 Mei 2019. Sementara puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada 1 Juni 2019. “Sebenarnya sudah mulai terasa arus mudiknya. Tapi sekitar tanggal 21 Mei nanti sudah mulai ada lonjakan,” ujarnya.

Oleh karena itu, dia berharap agar masyarakat yang hendak mudik tahun ini untuk segera mengurus keberangkatannya. Bahkan, jika masyarakat bisa mudik setelah Lebaran akan lebih baik lagi. Sebab, hal tersebut akan memberi jamainan masyarakat bisa mudik dengan aman dan lancar.

“Saya tidak bisa bayangkan di pelabuhan Semayang sekecil itu ada beribu-ribu masyarakat saat mudik sebelum Lebaran, pasti akan mengganggu kenyamanan,” ungkapnya.

Ditanya soal harga tiket kapal, Yohanes menuturkan tidak akan ada perubahan harga. Sebabnya, harga tiket kapal Pelni telah mendapatkan subsidi dari pemerintah. “Harga tiketnya tidak ada yang berubah, masih sama saja. Misal ke Surabaya harganya Rp 413 ribu, ke Makassar Rp 212 dan ke Pare-pare Rp 186 ribu,” ucapnya.(FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *