background img

PENJUALAN LEM HARUS DIATUR, DPRD BAKAL BUATKAN REGULASI

4 years ago written by

Balikpapan – DPRD Balikpapan berencana untuk membahas rancangan aturan atau regulasi tentang penjualan lem di wilayah Kota Minyak. Hal ini disampaikan Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Ida Prahastuti Selasa (27/9), menyusul maraknya kasus anak-anak yang mabuk menghirup uap lem.

Sejauh ini penjualan lem jenis fox ukuran kecil yang acap digunakan anak-anak untuk teler dijual bebas. Sementara pengawasan dari pihak terkait dirasakan kurang. Menurut Kepala Disnakersos Balikpapan Tirta Dewi, jumlah anak ngelem yang dibina dan rehabilitasi di tahun 2015 sebanyak 36 anak, dan di tahun 2016 ini sudah ada 16 anak yang direhabilitasi. Tak menutup kemungkinan jumlah ini terus bertambah.

Sementara menurut Bintara Unit Pembinaan Penertiban Masyarakat (Banit Bintibmas) Tri Hartanto, jumlah anak yang pernah diamankan Polres Balikpapan berjumlah lebih dari 27 orang. Jumlah itu belum termasuk yang ditangani di beberapa Polsek. Ia mengaku pihaknya tak bisa memproses kasus anak yang tersangkut kasus ngelem, karena sampai saat ini belum ada payung hukumnya.

Menurut Ida Prahastuti, memang harus ada regulasi yang mengatur tentang penjualan lem di Balikpapan agar fenomena anak ngelem dapat berkurang. Selain itu, pengawasan di lapangan juga harus diperketat. “Harus dibuat regulasi yang saling mengikat dan jelas antara siapa yang berhak menjual, dan siapa saja yang boleh membeli, agar peruntukkannya jelas. Juga harus dilakukan pengawasan secara periodik,” kata Ida.

Pihaknya berencana mengundang Disnakersos, Disperindagkop, dan DKK agar terjadi komunikasi lintas sektoral dalam pembahasan masalah fenomena anak ngelem di Balikpapan. Pertemuan tersebut akan dilaksanakan minggu depan. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *