background img

PENIKAM DI WARUNG KOPI PRAPATAN DICIDUK

7 days ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Pelarian Wahyudi alias Cici akhirnya terhenti. Pria 30 tahun ini harus meringkuk di balik dinginnya jeruji besi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, yang telah melakukan penganiayaan dengan menggunakan sebilah badik terhadap seorang pria bernama Duanri Sibarani (27).

Diketahui, peristiwa tersebut terjadi pada 16 Januari 2020 di salah satu warung kopi simpang empat jalan Prapatan, Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota (Balkot). Saat itu korban bersama rekannya tengah asyik duduk di warung kopi. Tiba-tiba saja didatangi pelaku dari arah belakang.

Pelaku yang dalam kondisi pengaruh minuman keras pun langsung melakukan penganiayaan dengan menusukan senjata tajam (Sajam) jenis badik ke bagian mata dan punggung korban.

“Atas kejadian itu korban mengalami luka tusukan di bagian bawah kelopak mata dan punggung,” kata Kanit Jatanras Polresta Balikpapan Ipda RM Sagi Janitra dalam video rekaman pres rilis yang diterima KPFM, Jumat (22/5) malam.

Usai melakukan aksinya, tersangka rupanya lari dan bersembunyi. Bahkan hampir satu bulan warga jalan Prapatan RT 30, Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota itu menjadi buronan polisi.
“Selama ini tersangka bersembunyi. Satu bulan terkahir kami lakukan pendalaman dan pada tanggal 8 Mei 2020, pelaku diamankan di rumah istrinya di Markoni,” ujar Ipda Sagi.

Antara tersangka dan korban, lanjut Ipda Sagi, memang sudah ada cekcok belakang hari, tapi tidak sengaja bertemu lagi dan mungkin tersangka dalam pengaruh alkohol langsung menusuk korban dari belakang.

“Memang sudah ada cekcok, kemudian ketemu lagi dan tersangka juga dalam pengaruh alkohol,” ungkapnya.
Ditanya soal kondisi korban, saat ini sudah beranjak pulih dan sudah bisa beraktivitas kembali. “Sudah pulih dan bisa beraktivitas seperti biasa,” ucapnya.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatan, tersangka dikenakan pasal 351 KUHP dengan ancaman kurungan paling lama lima tahun.Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *