background img

PENGUSAHA SAMARINDA NGEMPLANG PAJAK

7 months ago written by

Dari kiri-kanan: Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Zainal Efendi SH, Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda Nanang Ibrahim Soleh SH, dan Kepala Kanwil DJP Kaltimra Samon Jaya saat jumpa pers, Selasa, 14 Januari 2020.

KPFM BALIKPAPAN – Kejaksaan tinggi Kalimantan Timur menyerahkan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Samarinda, atas kasus pidana perpajakan, Selasa, 14 Januari 2020.

Upaya ini dilakukan sebagai rangkaian dari berbagai upaya hukum yang telah dilakukan sebelumnya oleh Kantor Wilayah  Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Utara.

Hal ini dijelaskan Kepala Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Kalimantan Timur dan Utara Samon Jaya dalam jumpa pers yang digelar di ruang pertemuan Kejaksaan Negeri Samarinda, jalan M Yamin, Samarinda, Selasa 14 Januari 2020.

Samon Jaya didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda Nanang Ibrahim Soleh SH, dan Kepala Seksi Tindak Pidana Khusus Zainal Efendi SH.

Samon mengatakan, upaya hukum ini dilakukan sebagai tindak lanjut atas perbuatan yang dilakukan oleh oknum wajib pajak berinisial ZTJ selaku direktur CV BA yang bergerak di bidang bahan bakar minyak di Samarinda.

Tersangka pengusaha ZTJ ini diduga melakukan tindak pidana di bidang perpajakan. Ia dengan sengaja menyampaikan Surat Pemberitahuan Masa PPN atau keterangan yang isinya tidak benar atau tidak lengkap.

Bukan itu saja, Ia pun dengan sengaja tidak menyetorkan Pajak Pertambahan Nilai yang telah dipungut, ke kas negara.

Bahkan, dengan sengaja menggunakan Faktur Pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya.

Dalam penggunaan Faktur Pajak tersebut, CV BA bekerjasama dengan PT PEL, PT PVR, dan PT MT yang diindikasikan sebagai penerbit Faktur Pajak yang tidak berdasarkan transaksi yang sebenarnya.

Samon menyebut, dugaan tindak pidana tersebut dilakukan dalam kurun waktu Januari 2013 hingga Desember 2015.

Akibat perbuatan tersangka ZTJ, diperkirakan menimbulkan kerugian negara dari sektor perpajakan sekurang-kurangnya satu miliar lima ratus tujuh puluh tiga juta empat ratus enam puluh tujuh ribu empat ratus lima puluh rupiah.

Kepala Kejaksaan Negeri Samarinda Nanang Ibrahim Soleh SH menyebutkan, tindak pidana perpajakan tersebut melanggar ketentuan Pasal 39 ayat (1) huruf d, Pasal 39 ayat (1) huruf i dan/atau Pasal 39A huruf a Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2009 juncto pasal 64 ayat (1) KUP.

“Atas tindak pidana perpajakan tersebut, tersangka ZTJ terancam hukuman paling lama enam tahun penjara,” kata Nanang.

Penanganan kasus tindak pidana ini merupakan wujud sinergi antara Kejaksaan tinggi Kalimantan Timur, Kejaksaan Negeri Samarinda dengan Kantor wilayah Direktorat Wajib Pajak Kalimantan Timur dan Utara.

Samon mengharapkan, dengan adanya upaya penegakan hukum di bidang perpajakan ini akan meningkatkan kesadaran Wajib Pajak. (BIMA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *