background img

PENDAPATAN BALIKPAPAN TURUN 1,8 PERSEN

4 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – DPRD Kota Balikpapan bersama Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan penandatanganan  Kesepakatan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (RAPBD-P) Balikpapan tahun 2019.

Penandatanganan itu dilakukan saat Rapat Paripurna DPRD Balikpapan, di Gedung DPRD jalan Jenderal Sudirman, Balikpapan Kota (Balkot), Senin (5/8).

Dalam penyampaiannya, Wali Kota Rizal Effendi mengatakan, pendapatan daerah sebelum perubahan sebesar Rp 2,46 triliun. Kemudian setelah perubahan direncanakan menjadi Rp 2,41 triliun. “Artinya mengalami penurunan penerimaan sebesar Rp 44,45 miliar atau 1,8 persen,” kata Rizal.

Menurutnya, penurunan ini dikarenakan berkurangnya Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Dana Perimbangan Pusat, khususnya dana bagi hasil pajak dan bukan pajak.

“Pajak parkir, perhotelan, hiburan turun semua. Baik parkir di tempat umum maupun yang di bandara mengalami penurunan semenjak ada  bandara APT Pranoto Samarinda,” ujarnya.

Selain itu, situasi ekonomi Balikpapan masih belum baik. Banyak hotel maupun restoran yang mengajukan pada pihaknya untuk meminta keringanan. “Banyak pengusaha hotel maupun restoran dan tempat hiburan yang mengajukan revisi pajak,” sebutnya.

Sementara Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh menyebutkan, akan mengundang semua stakeholder yang berkepentingan untuk merevisi pajak hiburan. “Wacana revisi itu sudah lama dan ketika diturunkan maka pengusaha juga wajib membayarkan sesuai dengan Peraturan Daerah,” ujar Abdulloh.

Mengenai kenaikan tarif parkir di beberapa pusat perbelanjaan, menurut Abdulloh, bisa menopang pendapatan setelah berkurangnya pemasukan dari pajak parkir di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan.

“Pajak atau retribusi parkir di bandara kan turun Rp 500 juta per bulan. Diharapkan ada peningkatan sekitar Rp 300 miliar dari sektor parkir di luar bandara,” ungkapnya.

Selain itu, RAPBD Perubahan 2019 mengalami kenaikan menjadi Rp 2,4 trilun. Sebelumnya APBD 2019 mencapai Rp 2,2 triliun. “Kontribusinya juga dari pendapatan lain-lain yang sah dan piutang pajak Rp 238 miliar yang sedang dikejar Badan Pendapatan,” tandasnya.  (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *