background img

PEMUDA BALIKPAPAN TELUSURI SEJARAH

3 years ago written by

Balikpapan – Sekumpulan pemuda Balikpapan yang tergabung dalam komunitas Balikpapan Tempo Doeloe (BTD) mengadakan mini tur ke sejumlah situs bernilai sejarah. Kegiatan wisata dengan tema Klandasan Stadium Heritage Tour ini berlangsung Sabtu (1/7).

Ketua Komunitas BTD Rachmad Ravael mengatakan, mini tur ini pertama kali diadakan oleh BTD. Selain untuk mengenal sejarah lebih dalam, juga digelar dalam rangka memperingati lepasnya Balikpapan dari penjajahan Jepang.

“Alasan kami memilih tanggal 1 Juli, karena pada tanggal itu menurut catatan sejarah Balikpapan lepas dari penjajahan Jepang. Jadi kegiatan ini untuk mengenang peristiwa tersebut,” ujarnya.

Ada 4 tempat yang ditelusuri, yaitu peninggalan bunker Jepang pada Perang Dunia II samping Banua Patra, dan bunker Jepang dekat Masjid Istiqamah. Bunker ini bentuk pertahanan koloni Jepang dari serbuan tentara sekutu.

Selain bunker, mereka juga menuju rumah plengkung, dan berakhir di Tugu Australia. “Tempat-tempat yang kami kunjungi itu memiliki nilai histori yang berkaitan dengan peristiwa 1 Juli,” papar Kang Pael, sapaan akrabnya.

PicsArt_07-02-07.00.09

Menurut Kang Pael, pada langkah awal ini animo masyarakat sudah cukup baik. Terbukti, meskipun ajakannya hanya mengandalkan sosial media, tetapi masyarakat yang ikut relatif banyak, yakni sekitar 80 orang dari anak kecil sampai orang tua. “Mereka tertarik, karena acara ini juga gratis dan kami menyediakan sticker dan id card buat mereka. Meskipun kelilingnya dengan berjalan kaki, antusiasme mereka tidak menurun,” tambahnya.

Septyan, salah satu pemuda yang sudah tinggal di Balikpapan selama 25 tahun ini mengaku sangat excited. Karena baginya kegiatan itu merupakan sesuatu yang baru di Balikpapan untuk mengenal lebih jauh tentang sejarahnya. “Acaranya seru banget, meskipun capek harus jalan kaki. Dengan adanya kegiatan ini aku jadi tahu tempat-tempat bersejarah di Balikpapan. Yang aku nggak nyangka itu ternyata ada bunker di dekat Masjid Istiqamah. Padahal lokasinya nggak jauh dari rumah, tapi aku baru tahu tadi. Apalagi bisa masuk ke bunkernya. Pengalaman yang luar biasa buatku,” ujarnya saat diwawancarai KPFM usai acara.

BTD yang sudah berdiri sejak 13 September 2013 adalah komunitas yang terbentuk karena terinspirasi dari salah satu akun sosial media tentang sejarah Republik Indonesia. Sampai saat ini, anggota yang sudah tergabung sebanyak 94 orang. Dan sudah banyak kegiatan yang dilakukan oleh komunitas BTD, di antaranya mengadakan kelas sejarah, bakti sosial, termasuk berkunjung ke veteran pejuang, dan bersih-bersih tempat bersejarah. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *