background img

PEMKOT LEMAH AWASI PENGEMBANG

4 years ago written by

Balikpapan – Ketua Komisi III DPRD Balikpapan Andi Arif Agung menilai setidaknya ada dua faktor utama yang menjadi biang kerok terjadinya bencana banjir di Balikpapan. Yakni, lemahnya pengawasan Pemkot terhadap para pengembang yang terus membangun tanpa mengedepankan aspek lingkungan, serta faktor hujan yang diklaim ektrem hingga menyebabkan banjir parah. Menurutnya, banjir yang terjadi beberapa hari lalu membuat heran banyak pihak. Pasalnya, dalam sejarah banjir di Balikpapan tidak pernah sampai berimbas ke Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, seperti yang terjadi baru-baru ini. “Ini sangat aneh dan tidak wajar hingga banjir di bandara,” ujar Andi usai melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Suryanto, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Tara Allorante, Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan (DTKP) Ketut Astana, serta perwakilan pihak Bappeda Balikpapan. RDP Senin (7/11) itu terkait penanganan banjir di Balikpapan.

Andi menjelaskan, melalui pertemuan tersebut disepakati bahwa Pemkot akan membuat program jangka pendek untuk menangani banjir. “Kita pahami, dengan kondisi defisit keuangan saat ini tidak mungkin kita menjalankan program jangka panjang. Makanya kami minta Pemkot harus turun gunung untuk melakukan pengawasan dengan ketat,” ucapnya. Lebih jauh Andi memaparkan, secara garis besar apa yang disampaikan BLH dalam RDP ini bahwa situasi hujan dengan intensitas tinggi yakni lebih dari 60 milimeter, membuat banjir tidak bisa dihindari. Khusus kepada DPU, Andi juga meminta satgas DPU melakukan pengerukan sedimentasi dengan maksimal. “Kalau mengandalkan anggaran, kita tidak mampu. Makanya satgas harus dimaksimalkan lagi,” tegasnya. (FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *