background img

PEMBORAN SETURIAN, PHKT PEDULI NELAYAN

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – SKK Migas Kalsul bersama KKKS PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur (PHKT), gelar sosialisasi kegiatan pemboran Lapangan Seturian kepada nelayan Desa Sesulu, dan Desa Api Api, Kecamatan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

Kegiatan berlangsung di ruang serba guna Pemerintah Desa Sesulu, Kecamatan Waru, Kabupaten PPU, Jumat (15/11). Dihadiri oleh jajaran pejabat Pemkab PPU serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam sosialisasi ini, SKK Migas Kalsul dan PHKT menyampaikan rencana kegiatan pemboran sumur Migas di Lapangan Seturian. Di mana kegiatan tersebut diharapkan andil dari Pemerintah Daerah untuk dapat terlibat dan memberikan sosialisai pada masyarakat yang berada dekat atau melintas di area pemboran.

Managemen PHKT Ahmad Setyadi menuturkan, rencana kegiatan pemboran sumur migas di Lapangan Seturian akan bersinggungan dengan kegiatan masyarakat nelayan, sebagai pihak yang terdampak atas pelaksanaan kegiatan tersebut.

Namun ada mekanisme penyampaian klaim nantinya jika dari aktivitas pemboran alat tangkap nelayan ada yang rusak atau hilang.

“Sosialisasi ini ingin menyampaikan program pemboran sumur migas di Saturian yang akan kami lakukan. Jika nanti ada dampak dari kegiatan tersebut, kami memiliki program kepedulian PHKT pada nelayan sebagai pertanggung jawaban,” kata Ahad dalam press release yang diterima KPFM, Senin (18/11).

Dijelaskannya, bagang yang dianggap dapat membahayakan pekerjaan pemboran, maka akan dibongkar dan diberi ganti rugi sesuai ketentuan yang berlaku. Kompensasi akibat cahaya dari Jack Up Rig akan diberikan kepada nelayan bagang dengan radius sampai dengan 2 km dalam bentuk pergiliran perahu.

“Selama kegiatan pemboran, PHKT akan melakukan pemberdayaan perahu nelayan sebanyak lima kali. Diprioritaskan bagi nelayan terdampak langsung,” ujarnya.

Kemudian, rumpon yang ditemukan dalam radius 1 Km tidak diganti, karena berada dalam area terbatas terlarang platform Seturian dan area aktivitas migas. “Kalau ada rumpon terkena operasi kapal di luar radius tersebut, maka akan diganti setelah dilakukan verifikasi,” ungkapnya.

Terpisah, Staf Humas SKK Migas Perwakilan Kalsul, Damar Setyawan mengatakan, Kegiatan Usaha Hulu Migas (KUHM) di WK East Kalimantan merupakan kegiatan milik Pemerintah. “Jadi Kegiatan migas tersebut dilaksanakan oleh PHKT berdasarkan kontrak kerja sama,” katanya.

Dijelaskan, KUHM yang dilaksanakan dan fasilitas yang dibangun oleh PHKT menjadi Barang Milik Negara. Dan perlu diamankan dan didukung kelancarannya oleh semua warga negara.

“Kegiatan pemboran bertujuan untuk mempertahankan serta peningkatan produksi dan lifting migas sebagai penerimaan negara dan menjaga ketahanan energi,” ucapnya.

Ia menambahkan, Migas dari PHKT di daerah ini untuk menjamin pasokan energi sebagai bahan bakar kilang RU V di Balikpapan, dan sumber pasokan energi jargas di Kabupaten PPU dan Balikpapan. “Sebagian untuk energi jargas di PPU dan Balikpapan,” tuturnya.

Asisten ll Setda Kabupaten PPU Ahmad Usman menuturkan, pemerintah dan masyarakat PPU wajib bersyukur atas keberadaan Migas di wilayah PPU. Dan tidak semua daerah memiliki SDA Migas.

“Kita wajib bersyukur. Kabupaten PPU ini merupakan salah satu daerah yang memberikan kontribusi energi dan penerimaan bagi bangsa dan negara,” ujarnya.

Dengan ditunjuknya Kabupaten PPU sebagai salah satu daerah yang menjadi calon Ibu Kota Negara, maka tentunya kebutuhan energi akan semakin besar untuk pembangunan dan juga Pemerintah bersama masyarakat wajib menjaga dan mendukung kelancaran operasi migas.

“Dengan tujuan untuk menjamin supply bahan bakar Kilang RU V yang memproses kebutuhan BBM untuk wilayah Indonesia Timur,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *