background img

PELANGGARAN PRAJURIT TNI MENURUN

7 days ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kasus desersi atau lari dari tugas masih mendominasi jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI selama tahun 2019.

Berdasarkan catatan Kodam VI/Mulawarman, dari 95 jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI kasus desersi menduduki jumlah tertinggi dibandingkan jumlah pelanggaran lainnya, dengan jumlah kasus mencapai 26 pelanggan.

Panglima Komando Militer VI/Mulawarman Mayor Jenderal TNI Subiyanto mengatakan, jumlah pelanggan yang dilakukan prajurit TNI selama beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan. Namun bukan berarti tidak ada sama sekali kasus pelanggaran.

“Kami sampaikan bahwa tren pelanggaran yang dilakukan prajurit TNI selama beberapa tahun terakhir terus mengalami penurunan,  tapi bukan berarti tidak ada sama sekali, memang tetap ada beberapa pelanggaran hukum,” kata Subekti usai memimpin upacara pembukaan Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Yustisi Polisi Militer tahun 2020 di Makodam VI/Mulawarman, Jumat (14/2).

Dari data yang disampaikan, jumlah pelanggaran yang dilakukan oleh prajurit TNI selama tahun 2019 mengalami penurunan sekitar 25 persen dibandingkan tahun 2018, dengan perbandingkan 127 kasus di tahun 2018 yang menurunkan menjadi 95 kasus pada tahun 2019.

Dari 95 kasus yang terjadi di tahun 2019, 40 kasus di antaranya merupakan pelanggaran pidana militer, 29 kasus pidana umum, 12 kasus pidana khusus dan 26 pelanggaran lalu lintas.  Secara umum dari sejumlah kasus tersebut, pelanggaran dalam bentuk desersi atau lari dari tugas menduduki urutan pertama dengan 26 kasus, kemudian pelanggaran lalu lintas 26 kasus, penganiayaan 7 kasus, penipuan 7 kasus, narkoba 4 kasus dan penyalahgunaan jabatan 3 kasus.

Subiyanto menegaskan akan memberikan sanksi tegas kepada prajurit TNI yang terbukti melakukan pelanggaran untuk diproses sesuai aturan hukum yang berlaku.

“Sesuai dengan amanat dari Panglima TNI kita libatkan semua dalam pelaksanaan operasi ini, tujuan dari operasi adalah untuk melakukan penegakan hukum, disiplin dan tata tertib bagi prajurit dan PNS TNI,” ujarnya.

Komandan Polisi Militer VI/Mulawarman Kolonel CPM M Faisal Amin Lubis mengatakan, dalam kegiatan operasi ini, pihaknya mengerahkan sebanyak 365 personel yang terdiri dari personel gabungan TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut dan TNI Angkatan Udara.

“Kami melaksanakan razia siang dan malam untuk mengawasi pelanggaran yang dilakukan prajurit TNI,” pungkasnya.

Ia menyampaikan agar masyarakat dapat memaklumi kegiatan operasi ini apabila dalam pelaksanaanya ada masyarakat merasa terganggu aktifitasnya. “Kami tidak bertujuan untuk mengganggu orang, kami hanya mencari kesalahan yang dilakukan anggota,” terangnya. (MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *