background img

PASRAH, 156 PETAK PASAR SUMBER REJO DIBONGKAR PAKSA

4 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Petugas gabungan Satpol PP bersama TNI/Polri serta Dishub Kota Balikpapan mendatangi pasar tradisional di Jalan Mayor Polisi Zainal Arifin, Sumber Rejo, Balikpapan Tengah, Kamis (23/1) pagi.

Kedatangan mereka adalah untuk membongkar paksa pasar tradisional yang berdiri sejak tahun 2018 lalu tersebut. Dari pantauan awak media ini, sejumlah kios sembako yang belum dikosongkan oleh pemiliknya diruntuhkan.

Ratusan petugas gabungan terlihat mengeluarkan barang-barang pedagang untuk dievakuasi. Beberapa kios yang terkunci dan terlihat tak ada barang berharga, menjadi sasaran pembongkaran.

Pedagang pun tak melakukan perlawanan saat petugas mengeluarkan barang-barang dagangan tersebut satu per satu.

Asisten I Tata Pemerintahan Pemkot Balikpapan, Saiful Bahri menuturkan, pembongkaran pasar tradisional ini dikarenakan tidak memiliki izin.

“Tidak ada izin. Total ada sekitar 156 petak. Beroperasi sudah satu setengah tahun lebih,” kata Saiful di sela pembongkaran.

Sebelumnya, lanjut Saiful, para pedagang yang berjualan di pasar tersebut sudah diperingati berkali-kali. Sehingga, saat pembongkaran berlangsung tidak ada perlawanan.

“Yang jelas ini sudah diperingati berkali-kali. Makanya saat pembongkaran tidak ada perlawanan. Sebelumnya sudah ada sosialisasi juga baik dari Lurah dan Camat,” ujarnya.

Salah seorang pedagang Ibu Agung mengaku hanya bisa pasrah saat kios miliknya dibongkar oleh petugas. “Mau bagaimana lagi. Memang salah dari awal, jadi enggak bisa buat apa-apa,” katanya.

Ia pun tidak menampik jika dirinya bersama pedagang lain sudah diperingati berkali-kali. Namun karena alasan ekonomi, akhirnya memilih untuk tetap bertahan.

“Diperingatkan sudah sering. Tapi mau jualan dimana lagi. Terpaksa bertahan saja,” lanjut wanita yang tinggal di Jalan Siaga tersebut.

Hal serupa disampaikan Ibu Kiki. Ia mengaku tidak bisa berbuat banyak saat petugas membongkar kios miliknya. Padahal kios tersebut ia bangun sendiri dengan biaya yang cukup besar.

“Kios ini kita bangun sendiri. Biayanya puluhan juta. Jadi kita sangat rugi. Sebenarnya kami ini ditipu, karena kami buka kios di sini katanya sudah ada izin dan ada suratnya. Pada kenyataannya tidak ada,” ucap wanita penjual ikan itu. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *