background img

PASPOR LEBIH MUDAH DENGAN APAPO

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Anggapan membuat paspor susah, lama, dan bertele-tele, kini sudah tak ada lagi. Imigrasi Balikpapan telah menerapkan sistem Apapo (Aplikasi Layanan Paspor Online). Masyarakat bisa registrasi pembuatan dokumen untuk perjalanan antar negara itu secara online, tanpa harus antre panjang.

Hal ini dijelaskan saat talkshow radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, bersama Imigrasi Balikpapan, Jumat (29/11) sore. Hadir tiga narasumber di program Relax On Radio yang dipandu Utha dan Elin, masing-masing Ali Husni selaku Kepala Sub Seksi Informasi dan Komunikasi Keimigrasian Kelas I Balikpapan, Nia Viranita Hermanu (Kepala Seksi Lalu Lintas Keimigrasian Kelas I Balikpapan), dan Fuad Azhari Baderun (Kepala Seksi Teknologi Informasi Keimigrasian Kelas I Balikpapan).

“Sejak bulan April 2019 Kantor Imigrasi Kelas I Balikpapan sudah melaksanakan produk dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Apapo bisa didownload di Appstore,” kata Ali Husni.

Dijelaskan, Apapo adalah salah satu bentuk upaya Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia untuk memudahkan pemohon paspor. Masyarakat bisa menentukan kapan, tanggal dan hari di Kantor Imigrasi yang dipilih pada aplikasi Apapo.

Dikatakan, satu NIK (Nomor Induk Kependudukan) hanya bisa didaftarkan untuk satu akun. “Bagi pendatang dengan KTP luar Balikpapan, seperti dari Surabaya, Samarinda dan daerah lain bisa mengajukan permohonan paspor di Balikpapan asal WNI (Warga Negara Indonesia) dan persyaratannya dilengkapi,” tambah Nia Viranita Hermanu.

Bagi masyarakat yang kehilangan paspor atau rusak, ada ketentuan baru dari Direktorat Jenderal Imigrasi Kementrian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Bila hilang dikenakan denda senilai satu juta rupiah.

“Jadi bila paspornya hilang, pemohon harus membuat laporan kehilangan pada kantor Polisi. Kemudian pemohon datang ke kantor Imigrasi pada Seksi  Inteldakim. Di situlah akan ada Berita Acara Pemeriksaan (BAP), kemudian ada berita acara pendapat yang dilihat dari unsur lalai atau kesengajaan,” jelasnya.

Menurut Fuad Azhari, bila ditemukan unsur kesengajaan,a paspor akan ditangguhkan 0 hingga 2 tahun. “Namun bila dari hasil BAP tidak ditemukan adanya unsur kesengajaan, maka pemohon bisa mengajukan paspor yang hilang tadi,” pungkasnya. (BIMA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *