background img

OTAK KASUS TPU MANTAN LEGISLATOR

1 year ago written by

Foto: Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Makhfud Hidayat di kantornya.

KPFM BALIKPAPAN – Kasat Reskrim Polres Balikpapan AKP Makhfud Hidayat memastikan kasus korupsi pengadaan lahan TPU (Tempat Pemakaman Umum) Kilometer 15, Kelurahan Karang Joang yang ditangani pihaknya terus berjalan.

Penyidikan terhadap kasus korupsi yang merugikan negara sebesar Rp9,7 miliar ini terus dilakukan. Penangkapan seseorang berinisial Rus beberapa waktu lalu semakin menambah titik terang kasus ini.

“Saat ini Rus untuk kasus TPU masih sebagai saksi. Beberapa waktu lalu kami amankan, dijemput dari Sulawesi. Karena beberapa kali kita panggil tidak datang, akhirnya kami jemput,” kata Makhfud kepada KPFM di kantornya, Selasa (21/5).

Di sisi lain, Rus merupakan buronan kasus lain di Balikpapan, yakni korupsi RPU (Rumah Pemotongan Unggas) yang kini ditangani Polda Kaltim.

“Dia tersangka kasus yang ditangani Polda. Masih sebagai saksi. Tapi saat ini yang bersangkutan ada di Polres, untuk memudahkan penyidikan kami,” ungkapnya.

Sebelumnya, penyidik telah menetapkan satu tersangka dalam kasus ini. Inisial A, mantan sekretaris dinas yang membawahi bidang pemakaman pada periode anggaran APBD 2013. Di mana, kasus ini terjadi pada periode anggaran tersebut.

Saat ini, lanjut Makhfud, pihaknya tengah melengkapi berkas untuk diserahkan ke kejaksaan berkaitan dengan tersangka yang telah ditetapkan itu.

“Saat ini kita sedang melengkapi berkas. Sudah kita kirim berkasnya. Tapi masih ada kekurangan yang diminta oleh jaksa ke penyidik. Kita usahakan untuk segera P21. Tergetnya habis Lebaran sudah P21,” bebernya.

Dikatakan Makhfud, besar kemungkinan jumlah tersangka dalam kasus ini lebih dari satu orang.

Dari penyidikan yang tengah berjalan, otak atau aktor utama kasus korupsi pengadaan lahan ini adalah mantan anggota DPRD Balikpapan, inisial AW. Seperti diketahui, mantan legislator itu juga merupakan tersangka kasus korupsi RPU.

“Otaknya AW itu. Dan kemungkinan tersangka lain juga enggak jauh-jauh dari AW,” katanya.

Untuk diketahui, 65 orang telah diperiksa sebagai saksi dalam kasus ini. Penyelidikan terhadap kasus ini dimulai Januari 2018 lalu. Pada awal tahun 2019, kasus ini masuk penyidikan.  (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *