background img

ORMAS TOLAK RUU HIP

1 month ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Sejumlah organisasi masyarakat (ormas) di Kota Balikpapan mendatangi DPRD Kota Balikpapan menyampaikan aspirasi untuk menolak Rancangan Undang Undang Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP).

Ketua Satuan Mahasiswa (Satma) PP Balikpapan, Arif Rahman menegaskan agar sila Ketuhanan yang Maha Esa menjadi sendi pokok negara Indonesia. Jadi jangan diubah-ubah lagi.
“Kami menolak adanya RUU HIP, jadi jangan diubah-ubah lagi,” katanya ketika menyampaikan aspirasi ke DPRD Kota Balikpapan, Jumat (3/7).

Ia menekankan agar TAP MPR RI Nomor XVIII Tahun 1998 pasal 1 yang menyatakan Pancasila dalam pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 adalah dasar NKRI sebagai jaminan formal.
Ia menegaskan akan melakukan kembali melakukan aksi penolakan yang dilakukan secara serentak dengan melibatkan sejumlah organisasi masyarakat, apabila tuntutan mereka tidak dituruti.

“Apabila tidak diindahkan, maka kami akan melakukan aksi penolakan RUU HIP di seluruh Indonesia,” tegasnya.
Dirinya juga berterima kasih kepada pimpinan DPRD Balikpapan yang telah menerima aspirasi Satma PP. “Kami berharap aspirasi ini disampaikan langsung ke DPR RI,” tandasnya.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Thohari Aziz mengatakan sejumlah perwakilan organisasi masyarakat yang hadir meminta agar Pancasila menjadi ideologi final bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Mereka menuntut agar Rancangan Undang-Undangan Haluan Ideologi Pancasila tidak bertentangan,” jelasnya.

Termasuk meminta agar Tap MPRS Nomor XXV Tahun 1966 tentang pelarangan ideologi Komunis/Marxisme-Leninisme dimasukan dalam RUU tersebut.
Pernyataan sikap ini, lanjut Thohari, akan dikirim bersama aspirasi beberapa organisasi kemasyarakatan ke DPR RI. “Sebelum ini juga datang dari Gepak dan Laskar Pangeran Antasari,” ucapnya.

Pasalnya para ormas tersebut memiliki tuntutan dan kesepakatan yang serupa. “Ideologi apapun di Indonesia yang bertentangan dengan Pancasila harus ditolak,” terangnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *