background img

ORANG TUA SISWA PROTES KANTOR DISDIK

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sejumlah orangtua calon siswa baru mendatangi kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Balikpapan, Rabu (3/7) pagi. Mereka memprotes penerapan sistem zonasi dalam proses Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 ini.

Seperti yang dikeluhkan salah salah satu orangtua siswa, Ruliani. Ia  protes karena anaknya didaftar di luar zona sesuai domisili. Sebaliknya, justru dimasukkan dalam zona yang radius lokasinya terlalu jauh dari tempat tinggal. Kondisi ini diduga akibat server yang bermasalah pada hari pertama pelaksanaan PPDB, Senin 1 Juni 2019 lalu. Sehingga sekolah zona satu yang didaftar tidak muncul dalam sistem.

“Kami dirugikan akibat kejadian ini. Saya telah mendaftarkan anak saya ke SMPN 12 Balikpapan pada hari pertama pembukaan pendaftaran. Pada saat mendaftar di sekolah, pihak panitia PPDB di SMPN 12 mengatakan tidak bisa memasukan pilihan sekolah ke dalam sistem, karena pilihan SMPN 12 Balikpapan yang akan didaftarkan tidak muncul dalam sistem,” kata Ruliani.

Panitia, lanjut Ruliani, menyarankan untuk mendaftar melalui sistem PPDB ke sekolah lain, seperti SMPN 7 Balikpapan. “Katanya sementara didaftarkan dulu ke SMPN 7, karena di sistem pilihan SMPN 12 tidak muncul. Nanti katanya bisa diubah. Kan SMPN 7 terlalu jauh dari tempat tinggal,” ujar wanita yang merupakan warga Kelurahan Prapatan, Balikpapan Kota (Balkot) itu.

Keluhan yang sama juga disampaikan Nurmaya, warga Prapatan. Menurutnya, kebijakan panitia yang mendaftarkan anaknya ke sekolah lain atau di luar zona satu sangat merugikan. Karena akan memperkecil peluang untuk anaknya diterima di sekolah yang diinginkan.

“Peluang anak saya jadi kecil untuk masuk di sekolah yang diinginkan. Kebijakan panitia yang memindahkan pilihan sekolah dari awalnya SMPN 12 yang berada di zona satu ke SMPN 7 yang berada di zona radius, tidak bisa diterima. Karena lokasi sekolah yang lebih jauh dari tempat tinggal saya,” ungkapnya.

Orangtua siswa lainnya, Haris, warga jalan Letjen S Parman, Gunung Malang menilai jika sosialisasi yang dilakukan oleh Disdikbud masih kurang tepat, karena banyak informasi yang belum diketahui oleh masyarakat.

“Kurang sosialisasinya, kami terpaksa harus datang ke kantor Disdikbud untuk meminta bantuan dalam proses input ke nomor pendaftaran ke sistem PPDB online, karena kurang paham dalam mengoperasikan aplikasi yang dijalankan,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *