background img

Ombudsman Sebut Citilink Melakukan Pelanggaran Prosedur

5 years ago written by

Hasil klarifikasi dan investigasi lapangan Ombudsman Kaltim atas kasus pembatalan penerbangan Citilink Balikpapan tujuan Tarakan pada 14 Februari lalu, telah terjadi dugaan pelanggaran prosedur penanganan penumpang yang mengalami delay dan pembatalan penerbangan dengan alasan overtime crew.
Syarifah Ketua Ombudsman Kaltim  mengatakan bahwa, setelah melakukan investigasi lapangan beberapa waktu lalu, telah di temukan sejumlah bukti bahwa citilink melakukan pelanggaran prosedur, yakni kompensasi penumpang yang mengalami keterlambatan tidak diberikan pelayanan sebagaimana mestinya.
Berdasarkan aturan Kementerian Perhubungan mengenai pesawat delay karena alasan teknis mereka mendapatkan kompensasi. Jika batal terbang karena kesalahan maskapai, pihak airlines harus memberikan ganti rugi dan pengembalian uang tiket. Dalam PM 89 2015 penanganan ketelambatan penerbangan tersebut kategori satu keterlambatan 30 -60 menit kompensasi berupa minuman ringan, kategori dua yakni 60-120 menit kompensasi berupa minuman dan snack, kalau kategori tiga 121 menit- 180 menit kompensasi berupa minuman dan makanan berat.
Tapi Kenyataannya penumpang yang gagal terbang tersebut baru mendapatkan makan malam pukul 02.00 dini hari. Seharusnya ketentuan kompensasi tersebut benar-benar dijalankan.
Selain itu, Citilink pada waktu itu terus  menerus menjanjikan kepada penumpang akan menerbangkan ke Tarakan. Namun ternyata pada pukul 17.50 Wita  mereka mengumumkan pembatalan karena alasan sudah melebihi jam tugas crew dan pilot.
Seharusnya saat tiba di Balikpapan, Citilink harus mengumumkan bahwa tidak bisa diterbangkan karena overtime. Tapi hal tersebut tidak di lakukan.
Syarifah juga mengatakan, Ombudsman akan membuat rekomendasi dan saran atas kasus tersebut untuk dikirimkan kepada Direktur Citilink di Jakarta dan tembusan kepada Kementerian perhubungan.
 
(Fredy Janu)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *