background img

ODP TINGGI, BALIKPAPAN BELUM LOCKDOWN

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan belum berencana menutup akses pendatang dari jalur pelabuhan atau bandara untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona atau Covid-19.

Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengatakan, pemerintah hingga saat ini belum ada rencana menutup akar jalur pelabuhan dan bandara, karena belum ada arahan dari Pemerintah Pusat untuk menetapkan status lockdown.”Sekarang kita kan masih psychal distance, kecuali kalau status sudah lock down,” kata Rizal kepada wartawan di Halaman Kantor Wali Kota Balikpapan.

Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan Kota Balikpapan hingga tanggal 25 Maret 2020 pukul 16.00 Wita, jumlah ODP di Kota Balikpapan kembali mengalami peningkatan menjadi 814 orang.Ada 69 di antaranya sudah dinyatakan negatif setelah menjalani observasi selama 14 hari. Sehingga total ODP virus Corona di Kota Balikpapan berjumlah 745 orang.

Sedangkan pasien dalam pengawasan (PDP) saat ini bertambah menjadi 27 orang. Sementara pasien positif masih tetap 6 orang.
Naiknya jumlah warga yang ditetapkan ODP virus Corona tersebut banyak berasal dari para pendatang yang baru tiba dari luar daerah, dan terindikasi terlibat dengan beberapa cluster penyebaran virus Corona.

Menanggapi hal tersebut, Rizal memastikan belum memiliki rencana menutup akses pendatang ke Kota Balikpapan.Meski Balikpapan yang menjadi pintu gerbang Provinsi Kalimantan Timur memiliki risiko tinggi penyebaran virus Corona yang ditengarai dari para pendatang yang hilir mudik di pelabuhan dan bandara.

“Status kita kan masih psychal distance, berat kita kalau sampai menutup bandara dan pelabuhan, karena kalau sampai ditutup itu sudah lock down,” terangnya.Untuk menekan dampak penyebaran virus Corona, Pemerintah Kota Balikpapan bersama sejumlah instansi lainnya akan lebih memaksimalkan upaya mitigasi untuk menghindari risiko penyebaran virus.

Di antaranya dengan memaksimalkan kegiatan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat umum, seperti sekolah, tempat ibadah, kantor, lingkungan pemukiman dan pasar tradisional.Termasuk meningkatkan penerapan kebijakan social distance untuk menghambat penyebaran virus di masyarakat.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *