background img

NELAYAN MANGGAR DEMO PERTAMINA

1 month ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Puluhan nelayan asal Manggar, Balikpapan Timur (Baltim) menggelar aksi unjuk rasa di depan Diklat Pertamina, Jalan Yos Sudarso, Jumat (11/10) siang. Aksi itu dilakukan untuk menuntut penjelasan soal buangan lumpur Pertamina ke laut.

Dalam aksinya, para nelayan membawa serta sejumlah spanduk dengan berbagai tulisan. Seperti “aktivitas pembuangan lumpur membunuh kami nelayan kecil”. Kemudian ada juga tulisan “denyut nadi bangsa ini salah satunya di nelayan. Stop buang lumpur di laut”.

Ketua Nelayan Balikpapan Syamsu Alam mengatakan, kebijakan pembuangan lumpur ini sangat merugikan aktivitas para nelayan. Bahkan, saat ini nelayan belum bisa melaut. Di samping karena kondisi cuaca, lumpur Pertamina yang dibuang ke laut juga ikut menggangu.

“Nelayan tidak bisa lagi mendapat ikan di sekitar Teluk Balikpapan. Makanya kami ingin duduk bersama untuk meminta penjelasan dari pihak Pertamina. Termasuk izin serta kronologisnya bagaimana,” kata Syamsu di sela-sela aksi.

Tidak hanya persoalan pembuangan lumpur. Pada aksi itu, para nelayan juga menuntut Pertamina agar berkomitmen untuk memperhatikan kesejahteraan warga sekitar. Seperti memberi kesempatan bekerja bagi anak-anak nelayan di Manggar.

“Yang kami minta hal-hal seperti kesejahteraan nelayan. Misalnya anak-anak kami diberi kesempatan bekerja di proyek kilang,” ujarnya.

Menanggapi tuntutan itu, Pejabat Sementara Kordinator Projek RDMP Bambang Harimurti mengklaim pihaknya telah mengantongi izin dari Kementerian soal pembuangan lumpur di laut tersebut.

“Pembuangan lumpur ke laut ini bagian dari proyek dari Refinery Development Master Plan, yang memiliki izin resmi. Ini sudah kami jelaskan ke mereka bahwa kita sudah dapat izin dari kementerian dan pemerintah. Itu sebabnya kami bisa melakukan,” ungkapnya.

Ditanya soal terganggunya aktivitas nelayan, Bambang menyebut jika hal itu tidak benar. Karena buangan lumpur hanya terjadi di sekitar proyek RDMP. “Kalau sampai disebut mengganggu, harusnya enggak. Kan kita juga buangnya di sekitar RDMP saja,” ucapnya.

Sementara terkait tuntutan kesempatan kerja, Bambang menuturkan akan berkordinasi terlebih dahulu dengan para pimpinan. Dan hasilnya akan disampaikan pekan depan. “Kami akan memberikan jawaban pekan depan. Para nelayan juga mau menunggu,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *