background img

MUI AKAN KELUARKAN FATWA NGELEM

4 years ago written by

Balikpapan – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Balikpapan menyikapi maraknya kasus anak-anak yang terjerumus pada penggunakan zat adiktif, seperti kecanduan menghirup uap lem. Bahan perekat jenis fox kemasan kecil dengan harga terjangkau itu sejauh ini dijual bebas. Salah satu dampaknya, kasus anak ngelem di Balikpapan terus meningkat.

Sekretaris MUI Balikpapan H. Jailani mengatakan, pihaknya akan segera mengeluarkan fatwa penggunaan lem yang bukan pada tempatnya, termasuk penggunaan oleh anak-anak yang bisa mengakibatkan gangguan akal. Jailani menambahkan, selain penyikapan atas kasus tersebut, MUI juga akan mengadakan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah terjadinya pelecehan seksual pada anak di bawah umur. “Harus ada sinergi antara orang tua, keluarga, masyarakat dan guru,” ujar Jailani yang ditemui KPFM di sela acara sosialisasi Peraturan Bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Agama No. 9 dan 8 tahun 2016. Pertemuan yang diinisiasi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di aula rumah jabatan Walikota Balikpapan, Selasa (27/9), diikuti ratusan guru agama.

Seperti diberitakan kemarin, Ketua Komisi IV DPRD Balikpapan Ida Prahastuti juga akan mengundang instansi terkait seperti Disnakersos, Disperindagkop dan DKK pekan depan untuk membahas regulasi seputar penjualan lem di Balikpapan. Puluhan anak Balikpapan yang kedapatan mabuk lem oleh pihak berwajib, sejauh ini hanya dilakukan pembinaan, lantaran penyalahgunaan lem tersebut belum ada payung hukumnya. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *