background img

MINUM 8 GELAS HINDARI BAU MULUT

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Selama berpuasa hampir 13 jam, tanpa mengonsumsi makanan maupun minum air, bisa menyebabkan bau mulut. Aroma tidak sedap saat berpuasa ini membuat sebagian orang tak percaya diri saat berbicara.

“Sembilan puluh persen bau mulut disebabkan oleh masalah pada rongga mulut. Sedangkan 10 persennya ada pada masalah pencernaan,” kata Kepala Instalasi Gimul dan LTG Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) drg. M Husdiari MARS, Jumat (24/5).

Ketua PDGI Cabang Balikpapan ini hadir di program Interactive Healthy Care (IHC) radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan. Ia didampingi Humas RSPB Aditya Yorinda.

Menurut Husdiari, sebenarnya mulut bisa melakukan self cleansing. Namun selama berpuasa produksi air liur mengalami menurunan. Mikro organisme yang mati tertumpuk, dan akhirnya menimbulkan gas. Sehingga aroma mulut menjadi bau.

“Yang terpenting adalah pembersihan maksimal pada mulut dengan menggosok gigi minimal dua kali sehari, dengan cara gerakan yang tidak melawan as gigi, atau ruas gigi. Yakni dengan gerakan dari atas ke bawah diiringi gerakan memutar,” ujarnya.

Selain itu, lanjutnya, pilih bulu sikat yang soft dan kepala sikat gigi sesuai dengan rongga. Lidah juga perlu dibersihkan, tidak perlu lama. Dan sebaiknya juga mengetahui kapan saatnya mengganti sikat gigi. Warna pada bulu sikat biasanya akan memudar, inilah indikator sebaiknya harus mengganti sikat gigi. Sekitar 2 hingga 3 bulan sekali.

Saat ditanya pendengar KPFM apakah karang gigi bisa menyebabkan bau mulut? Dokter Ari –sapaan akrab Husdiari menyarankan untuk melakukan scalling.

Mitos di masyarakat yang mengatakan bahwa keseringan melakukan scalling akan menyebabkan gigi menjadi terkikis. Hal ini ternyata juga ditampik oleh Dokter Ari.

“Proses scalling tidak mengikis gigi, karena gerakannya bergetar. Hanya menghilangkan yang menempel pada gigi tanpa mengikis gigi,” ujarnya.

Menurutnya, selama Ramadan tingkat kunjungan pasien ke dokter gigi mengalami penurunan. Namun sebelum Ramadan tingkat kunjungan sempat naik. “Banyak yang berpendapat bahwa melakukan perawatan gigi saat Ramadan dapat membatalkan puasa. Padahal proses perawatan gigi hanya berkumur. Tapi, saat melakukan anastesi sebelum pencabutan gigi, sebagian berkeyakinan membatalkan puasa, ditambah setelah cabut gigi, pasien harus minum obat untuk menghilangkan rasa nyeri,” ujarnya.

Untuk mengurangi bau mulut saat berpuasa, Dokter Ari sangat menyarankan untuk minum air putih 8 gelas pada saat berbuka sampai sahur. Dan saat sahur mengonsumsi buah yang merangsang produksi air liur, seperti apel, jeruk atau keju dan minuman prebiotik.

Disebutkan, masalah pada rongga mulut yang menyebabkan bau mulut di antaranya karang gigi, gigi berlubang, dan masalah jaringan pada mulut atau gusi. Kesehatan gigi seseorang juga mencerminkan kesehatan seseorang. Vokal infeksi –mikro organisme yang berasal dari rongga mulut dan gigi menyebabkan infeksi atau penyakit tubuh yang lain– bisa menyebabkan infeksi pada saluran cerna, sinusitis dentogen dan infeksi ke jantung. “Ini sangat mungkin karena adanya pembuluh darah, walaupun kasusnya masih tergolong kecil,” tambah Dokter Ari. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *