background img

MENGENAL PROGRAM JKN-KIS DARI BPJS KESEHATAN

2 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di tengah masyarakat telah memberikan perubahan dalam sistem kesehatan di Indonesia. Program ini telah memberikan askes yang lebih besar kepada masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan yang baik.

Namun demikian, masih banyak masyarakat yang belum sepenuhnya paham mengenai program yang hadir sejak tahun 2014 tersebut. Akibatnya, sebagian masyarakat gagal menikmati manfaatnya karena tidak mengetahui kebijakan dan fungsi serta cakupan pelayanannya.

Untuk meningkatkan pemahaman itu, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Kota Balikpapan tak hentinya memberikan informasi, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Salah satunya yang dilakukan adalah dengan menggelar talkshow melalui Radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan pada, Senin (24/9). Hadir sebagai narasumber adalah Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Primer BPJS Kesehatan Balikpapan, Rosselly Yuki E Sianturi dan Muhammad Tasrif Tahrir sebagai Kepala Bidang Penjaminan Manfaat Rujukan.

Di awal pembicaraan, Yuki dan Tasrif menjelaskan pelayan JKN-KIS ini adalah pelayanan medis yang diberikan sesuai dengan indikasi medis. Kemudian, dalam pelayanan kesehatan yang akan diberikan itu, BPJS kerjasama dengan fasilitas kesehatan. Baik itu tingkat pertama maupun tingkat lanjutan.

“Fasilitas kesehatan tingkat pertama itu ada di puskesmas, dokter gigi, dokter umum, praktek perorangan dan klinik pratama. Kemudian kalau untuk yang tingkat lanjutan itu ada rumah sakit dan juga klinik utama,” katanya.

Dikatakan, peserta nanti bisa mendapatkan pelayanan kesehatan sesuai dengan indikasi medis dengan ketentuan prosedur yang berlaku itu difasilitasi sesuai dengan sistem rujukan berjenjang. “Jadi pelayanan kesehatan yang sifatnya indikasi medis itu yang kita yang kita berikan kepada peserta,” tambah Tafris.

Untuk alur peserta dalam memperoleh pelayanan di fasilitas kesehatan, Tafris menjelaskan, di program JKN-KIS ini BPJS Kesehatan menganut sistem rujukan berjenjang atau sistem pelayanan kesehatan yang diberikan kepada peserta secara bertahap.

“Sistemnya memang bertahap, karena kita kan punya fasilitas kesehatan tingkat pertama dan lanjutan. Artinya, jika pada kondisi tertentu di fasilitas tingkat pertama mengharuskan untuk dirujuk maka dirujuk ke fasilitas kesehatan tingkat lanjutan seperti rumah sakit dan klinik utama,” jelasnya.

Namun, lanjutnya, dalam keadaan tertentu sistem rujukan berjenjang tidak berlaku bagi peserta atau pasien dalam kegawatdaruratan medis. Artinya, bagi peserta yang mengalami kondisi gawat darurat, tidak perlu ke fasilitas kesehatan pertama, tapi bisa langsung menuju ke rumah sakit.

“Jadi, pada kondisi tertentu misalnya kasus-kasus gawat darurat maka sistem rujukan berjenjang ini tidak berlaku. Bisa langsung ke UGD rumah sakit. Ini pasti akan ditindaklanjuti oleh rumah sakit,” ujar Tafris.

PERMUDAH LAYANAN MELALUI MOBILE JKN

Untuk memudahkan pelayanan kepada peserta Jaminan Kesehatan Nasional Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS), BPJS Kesehatan telah meluncurkan aplikasi mobile JKN. Hal ini seiring dengan semakin pesatnya perkembangan teknologi informasi dan telekomunikasi, termasuk penggunaan perangkat telefon pintar yang saat ini sudah dimiliki sebagian masyarakat.

“Layanan ini adalah untuk mempermudah masyarakat atau peserta JKN-KIS. Aplikasi itu bisa dipakai mengakses sejumlah layanan, seperti melihat premi, catatan pembayaran, riwayat pelayanan, info lokasi fasilitas kesehatan yang terafiliasi BPJS, dan pengaduan 24 jam,” ungkapnya.

Menurut Tafris, syarat menggunakan aplikasi Mobile JKN sangat mudah, hanya perlu mengunduh aplikasi melalui Google Play Store dan Apple Store. Setelah aplikasi terpasang, peserta harus melakukan registrasi pada menu yang tersedia di aplikasi Mobile JKN.

“Setelah berhasil, peserta bisa masuk dalam aplikasi dan memanfaatkan semua fitur yang tersedia. Jadi tidak ada lagi yang namanya keluhan antrean panjang. Semua dipemudah melakui aplikasi ini,” ucapnya

Kelebihan lainnya dari Mobile JKN ini adalah peserta bisa merubah fasilitas kesehatan. Artinya, para peserta tidak perlu lagi datang jauh-jauh ke kantor BPJS untuk merubahnya. Cukup melalui aplikasi Mobile JKN.

“Termasuk juga tentang riwayat pelayanan. Jadi kalau misalnya kita sudah pernah mendapatkan pelayanan di rumah sakit, nanti memori atau riwayatnya akan terlihat di dalam aplikasi Mobile JKN,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *