background img

MEMILIKI ADAB SEBELUM BERILMU

5 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Peranan ilmu dalam Islam sangat penting sekali. Karena tanpa ilmu, maka seorang yang mengaku mukmin tidak akan sempurna, bahkan tidak benar dalam keimanannnya.

ustadz Surianto Rusdin S.Sos menyampaikan, seorang muslim wajib mempunyai ilmu untuk mengenal berbagai pengetahuan tentang Islam. Baik itu menyangkut aqidah, adab, ibadah, akhlak, muamalah, dan sebagainya.

Dalam QS. Al Mujadilah [58]: 11 Allah ta’ala berfirman yang artinya, Allah akan mengangkat kedudukan orang-orang yang beriman dan diberikan ilmu di antara kalian beberapa derajat. Allah Maha mengetahui apa yang kalian kerjakan.

“Namun sebelum berilmu, alangkah lebih baik jika memiliki adab terlebih dahulu. Berilmu dan kemudian mengamalkannya,” ujarnya.

Ustadz Surianto hadir pada program Sajadah (Sajian Amal Ibadah) radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Jumat (14/2). Tausiah singkat kali ini mengambil tajuk Ada Kedudukan Orang Berilmu Disisi Allah SWT. Program ini didukung Dompet Dhuafa.

Ustadz Surianto menyampaikan, pernah ada kejadian yang menceritakan seorang laki-laki yang telah membunuh 99 jiwa. Dia pun bertanya tentang orang yang paling alim di muka bumi ketika itu, lalu ditunjukkan kepadanya seorang ahli ibadah. Maka dia pun mendatangi ahli ibadah tersebut lalu mengatakan bahwa sesungguhnya dia telah membunuh 99 jiwa, apakah ada taubat baginya?

Ahli ibadah itu berkata “Tidak.” Seketika laki-laki itu membunuhnya. Maka dia pun menggenapkan menjadi 100 jiwa. Kemudian dia menanyakan apakah ada orang yang paling alim di muka bumi ketika itu? Lalu ditunjukkanlah kepadanya tentang seorang yang berilmu.

Maka, dia pun mengatakan bahwa sesungguhnya telah membunuh 100 jiwa. Apakah ada taubat baginya? Orang alim itu berkata: Iya, dan tidak ada orang yang menghalangi dia dari taubatnya.

Maka disarankan untuk hijrah dan pergilah ke daerah di mana orang-orang senantiasa beribadah kepada Allah. Maka dia pun berangkat. Akhirnya, ketika tiba di tengah perjalanan datanglah kematian menjemputnya.

Maka berselisihlah malaikat rahmat dan malaikat azab tentang dia. Kemudian diputuskan untuk mengukur jarak antara (dia dengan) kedua negeri tersebut. Maka ke arah negeri mana yang lebih dekat, maka dialah yang berhak membawanya. Lelaki itu meninggal dunia. Dia mati dalam keadaan belum beramal shalih sekali pun. Dia hanya punya tekad memperbaiki diri, bertaubat dari semua kesalahan. Hal itu terwujud dari keinginannya bertanya kepada mereka yang dianggap berilmu.

Dikatakan Surianto, orang-orang yang mempunyai derajat yang paling tinggi di sisi Allah ialah orang yang beriman, berilmu dan ilmunya itu diamalkan sesuai dengan yang diperintahkan Allah dan Rasul-Nya.

“Untuk itu galilah ilmu sebanyak-banyaknya, serta bagikanlah ilmu tadi, Insya Allah menjadi amal jariah. Meskipun sudah berada di alam akhirat. Pahala dari amal perbuatan tersebut terus mengalir selama orang yang hidup mengikuti atau memanfaatkan ilmu yang didapat,” tutup ustadz Surianto. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *