background img

MEMBERSIHKAN DIRI DARI SYIRIK

7 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Syirik adalah salah satu perbuatan dosa. Ada syirik besar dan syirik kecil. Syirik besar seperti menduakan Allah. Syirik dalam Islam bukan saja membuat dosa besar, tapi bisa membuat kehilangan keimanan kepada Allah.

Hal ini disampaikan ustadz Mukhlis Hattas, S.Pd.I pada program Sajadah (Sajian Amal Ibadah) di radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Jumat (10/1). Tausiah singkat didukung Dompet Dhuafa ini mengangkat tema; Bersihkan Diri dari Kesyirikan, Menjadikan Al Qur’an Sebagai Solusi Kehidupan.

Ustadz Mukhlis memaparkan, syirik kecil seperti berdoa kepada orang yang sudah meninggal. “Padahal seharusnya kita yang masih hidup yang mengirimkan doa kepada yang sudah meninggal. Karena mereka yang sudah mati tidak dapat melakukan apa-apa lagi,” ujarnya.

Seperti juga bagi mereka yang memiliki jimat dan meyakini dapat menangkal jin, semisal yang sering dilakukan orang tua pada zaman dahulu dengan menyematkan kalung atau gelang pada anak kecil atau bayi.

Dikatakan Mukhlis, salah satu hal yang bisa mendekatkan kita pada kesyirikan adalah percaya pada sesuatu yang bertentangan dengan sunnatullah, dan berbau supranatural. “Misalnya saja pergi ke dukun untuk meminta pertolongan, atau cara-cara lain yang bisa mencilakakan atau membahayakan manusia,” ucapnya.

Jalan-jalan pintas seperti ini, lanjutnya, tentu akan mudah terkena syirik atau terjebak perbuatan yang bisa menduakan Allah. Jika merasa sedih karena ditinggalkan oleh keluarga, kembalilah pada Al Qur’an yang tidak ada keraguan di dalamnya. “Al Qur’an bukan hanya petunjuk hidup manusia tetapi juga sebagai problem solving terhadap seluruh problematika kehidupan. Sebagaimana Firman Allah SWT menyebutkan,  Al Qur’an itu adalah petunjuk dan obat penawar bagi orang-orang yang beriman,” imbuhnya. (JESSICA/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *