background img

Mantel dan Payung Laris Manis

4 years ago written by

Balikpapan – Mu­sim penghujan tiba. Sejak beberapa hari bela­kangan ini, hampir setiap hari hujan turun dan mengganggu aktivitas masyarakat Kota Minyak. Namun tidak de­mikian bagi pe­da­gang payung dan mantel. Musim hujan adalah berkah, karena omzet penjualannya justru meningkat.

Seperti diungkapkan Amir (52), seorang pedagang perlengkapan rumah tangga di pasar tradisional Klandasan Balikpapan. Menurutnya, selama musim hujan ini pen­jualan payung meningkat dua kali lipat di­bandingkan hari biasa. Pada musim ini dia bisa menjual lebih dari lima sampai 10 buah payung. Sedangkan hari biasa hanya mampu menjual satu hingga dua buah.
“Kami sangat bersyukur kalau hujan, karena penju­alan payung pasti me­ningkat. Keun­tungan yang diperoleh juga berlipat dari biasanya,” ujar Amir.

Harga payung yang diju­alnya berkisar antara Rp 30 ribu hingga Rp45 ribu, ter­gantung model dan kualitas bahannya. Sedangkan jas hujan/mantel, meski sudah musim penghujan namun tidak ter­lalu banyak terjual. Pasalnya, baju pelindung anti air itu biasanya dibeli oleh pengendara motor yang se­dang melintas saat hujan saja.

“Biasanya ma­syara­kat membeli mantel di saat ter­desak saja, karena hujan dan tetap harus menempuh perjalanan. Paling banyak dalam sehari hanya tiga buah mantel terjual,” katanya.
Menurut bapak dua orang anak ini, harga man­tel berbahan plastik itu Rp 60 ribu, se­dangkan mantel yang dilengkapi celana dijual Rp 75 ribu.

Dari penjualan payung dan mantel selama musim hujan ini, dia bisa meraup omzet Rp 500 ribu per sehari. Pada hari biasanya hanya sekira Rp 100 ribu sampai Rp 150 ribu.
Amir yang sudah berdagang sejak tahun 2006 itu mengaku, beberapa tahun terakhir ini omzet penjualannya mulai menurun karena semakin banyak penjaja serupa yang juga menawarkan payung dan mantel. (FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *