background img

MANGROVE CENTER KURANG MAKSIMAL

3 years ago written by

Balikpapan – Mangrove Center yang terletak di kawasan Graha Indah jalan Soekarno Hatta Km 5 Balikpapan menjadi salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi masyarakat pada masa liburan Lebaran Idul Fitri ini. Sayangnya, ada pihak menilai fasilitas pendukung di kawasan ini masih sangat minim.

“Masih kurang maksimal, dan perlu mendapat sentuhan dari pihak pemerintah, agar obyek wisata ini semakin diminati. Seperti kurangnya armada air, dan lahan parkir,” ujar Suhendar (52), pengunjung asal Kota Kembang Bandung.

Mangrove Center ini menyuguhkan keindahan hutan bakau. Pengunjung bisa berkeliling di sekitar sungai menggunakan perahu tradisional. “Selain pemandangan mangrove, sedianya lokasi ini juga ada menyajikan hal lain. Agar tak membosankan,” sarannya.

Saat liburan Lebaran tahun ini, Mangrove Center menyedot pengunjung hingga dua kali lipat lebih dibanding hari biasanya. Itu diakui Sekretaris Pengelola Mangrove Center Graha Indah Herman saat diwawancarai KPFM di Mangrove Center, baru-baru ini.

Dia mengatakan, sejak libur Lebaran 25 Juni lalu, pengunjung meningkat dua kali lipat, bahkan lebih. “Lebaran hari pertama pengunjung bisa mencapai 100 orang. Bahkan di hari kedua dan ketiga Lebaran bisa mencapai 150 orang. Sedangkan hari biasa hanya sekitar 50 orang,” jelasnya.

Menurut Herman, destinasi wisata yang dibuka mulai pukul 07.00 Wita hingga pukul 18.00 Wita ini tidak hanya menyedot pengunjung dari wilayah Kalimantan Timur, tetapi juga pengunjung dari Jawa, bahkan dari luar negeri, seperti Inggris dan Jepang.

“Mereka yang datang ke sini karena tertarik dengan bentuk wisata yang kami punya, yaitu berkeliling sungai hutan mangrove sepanjang 7 kilometer dengan membayar Rp300 ribu per kapal, durasinya sekitar 45 menit. Dan jika beruntung pengunjung bisa melihat hewan endemik Kalimantan, yaitu Bekantan, salah satu jenis monyet berhidung panjang,” tutur Herman.

Dari meningkatnya pengunjung tersebut, Herman mengaku dari 7 armada kapal yang ada dibanding dengan jumlah pengunjung memang tidak seimbang. Hal tersebut dikarenakan dua di antaranya sedang rusak sejak 6 bulan lalu. Belum bisa diperbaiki, lantaran bahan baku kayu yang sulit didapat.

“Kapal yang ada di sini punya Mangrove Center dan masyarakat sekitar. Belum pernah ada sumbangan dari pemerintah Balikpapan, kecuali satu perahu terbaru yang diberikan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti. Jadi yang bisa dioptimalkan saat ini ada 5 armada dengan kapasitas maksimal 15 penumpang per perahu. Untuk life jacket kami menyediakan 50 buah,” tambah Herman. (RARA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *