background img

LOGISTIK BEKAS PEMILU 2019 DILELANG ULANG

6 months ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Balikpapan berencana akan melelang ulang logistik bekas Pemilu 2019 pada tahun 2020 ini.

Pelaksana lelang ulang itu dilakukan setelah pelaksanaan lelang yang pertama yang dilaksanakan pada 27 Januari 2020 gagal, karena tidak ada peminat.

“Kami sudah umumkan di media cetak sejak tanggal 20 Januari, namun pada saat pelaksanaan lelang tanggal 27 Januari, tidak ada satu pun peminat,” kata Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sabrani yang biasa disapa Alek ketika diwawancarai di Sekretariat KPU Kota Balikpapan, Rabu (12/2).

Menurut Alek, ada beberapa hal yang diduga menjadi minimnya peminat yang mengajukan penawaran dalam lelang logistik bekas Pemilu 2019, di antaranya menyangkut harga lelang yang dinilai terlalu tinggi.

Dalam dokumen lelang yang dilaksanakan pada 27 Januari 2019 tersebut, nilai lelang untuk logistik bekas Pemilu 2019 tercatat mencapai Rp62 juta. Nilai tersebut itu mencakup untuk logistik kertas suara dan amplop dokumen Pemilu yang tercatat mencapai 51 ton, dengan nilai lelang untuk per kilogramnya mencapai Rp1.200 per kilogram.

Alek menjelaskan, untuk menindaklanjuti hal tersebut, pihaknya telah mengajukan permohonan ke Sekretaris Jenderal KPU Pusat agar dijadwalkan pelaksanaan lelang ulang terhadap logistik bekas Pemilu yang gagal dilelang.

Dalam surat permohonan tersebut, KPU Kota Balikpapan mengajukan agar nilai lelang yang telah ditetapkan pada pelaksanaan lelang yang pertama diturunkan menjadi Rp700 per kilogram agar menarik masyarakat untuk mengajukan penawaran lelang.

“Kita ajukan permohonan ke Sekjen KPU Pusat, agar dijadwalkan lelang ulang termasuk meminta agar harga yang ada diturunkan, karena memang waktu kami melakukan survey untuk menentukan harga dalam dokumen lelang tersebut harganya lagi naik, dan ketika dilelang malah tidak ada peminat,” tuturnya.

Alek menjelaskan, apabila kembali sepi peminat pihaknya akan kembali melelang ulang logistik bekas Pemilu hingga tiga kali. Apabila hingga lelang yang ketiga masih tidak ada yang mengajukan penawaran, maka logistik yang ada akan dimusnahkan.

Ia menambahkan, seluruh hasil yang diperoleh dalam proses pelelangan terhadap atas logistik bekas Pemilu 2019 sepenuhnya akan disetorkan sebagai pemasukan negara.

“Kalau jadi dilelang, seluruh hasilnya akan jadi pemasukan negara bukan pajak yang diperoleh dari hasil pelelangan,” tutupnya. (MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *