background img

KONFLIK LAHAN TINGGI, KALTIM JADI SAMPLING

4 years ago written by

Balikpapan – Tingginya konflik lahan di Kaltim membuat Ombudsman Republik Indonesia (ORI) memilih Provinsi Kaltim sebagai salah satu dari empat daerah yang dijadikan sampling program internal. ORI tengah meneropong sejumlah hal yang berkaitan pemberian Izin Lokasi dari Pemerintah Daerah dan Izin Hak Guna Usaha yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN).

Hal ini dikatakan oleh Senior ORI Koordinator Tim IV Bidang Pertanahan, Properti dan Perkebunan, Yustus M saat ditemui KPFM di gedung DPRD Balikpapan, Kamis (20/10). Yustus mengatakan, kasus pertanahan yang terjadi di Kaltim saat ini sekitar 20 kasus. Walaupun angkanya tergolong kecil, namun potensi konfliknya sangat tinggi. “Yang harus dilihat adalah besarnya potensi konflik, bukan angkanya,” ujar Yustus.

Selain itu, lanjutnya, akar permasalahan konflik lahan terletak pada tidak tertatanya administrasi di Pemerintahan dengan benar. Seringkali terjadi tumpang tindih kebijakan hingga pemberian sertifikasi di bidang pertanahan. Dalam program ini ORI memilih 4 daerah sebagai sampling yaitu, Kaltim, Gorontalo, Medan dan Jabar. Penelitian terkait kesesuaian perizinan yang dikeluarkan dengan hukum atau aturan yang berlaku, serta kesesuaian luas wilayah dengan perizinan. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *