background img

KOMISI I BELAJAR KOTAK KOSONG

4 days ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan melakukan kunjungan kerja selama dua hari ke Makassar, Sulawesi Selatan untuk untuk mempelajari proses tahapan pelaksanaan pemilihan kepala daerah yang hanya diikuti satu pasangan calon atau calon tunggal.

“Kami akan berangkat selama dua hari. Di sana kami akan bertemu dengan KPU dan Bawaslu yang ada di Makassar,” Ketua Komisi I DPRD Balikpapan, Johny NG ketika diwawancarai wartawan di kantornya, Rabu (15/9).

Ia mengatakan, kunjungan ke Makassar ini dilakukan bersama KPU Kota Balikpapan dan Bawaslu Kota Balikpapan yang merupakan komisi adhoc yang bertugas melaksanakan tahapan pilkada hingga selesai di Balikpapan.

Latar belakang studi banding ini, lanjutnya, terkait pelaksanaan tahapan pilkada di Makassar yang pada tahun 2018 lalu diikuti hanya satu pasangan calon. Bahkan saat itu, pemenang Pilkada justru adalah kotak kosong. Sehingga kepala daerah untuk Kota Makassar ditunjuk langsung dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

“Kami ingin menggali informasi seputar pelaksanaan Pilkada di sana. Bagaimana teknis pelaksanaannya hingga aturan kampanye bagi kotak kosong. Apa boleh kampanye atau tidak. Termasuk konten kampanyenya,” tuturnya.

Menurut Johny, pihaknya menginginkan pelaksanaan Pilkada di Balikpapan bersih dari ujaran kebencian dan berita palsu yang bisa merusak persatuan. Sebab kondisi penggunaan media sosial seperti saat ini cukup rentan menimbulkan perpecahan karena perbedaan pilihan politik saat pilkada.

“Itu semua harus kita ketahui baik-baik kalau ada orang yang berkampanye untuk kotak kosong kemudian menyebar ujaran kebencian dan perpecahan, maka itu harus bisa dicegah sedari awal. Jadi jangan asal-asalan kampanye saja,” lanjutnya.

Johny berharap pilkada Balikpapan yang hanya diikuti satu pasangan calon bisa berjalan dengan aman, lancar dan tertib. Mengingat hampir seluruh partai politik memberikan dukungannya kepada pasangan Rahmad Mas’ud – Tohari aziz. Sehingga otomatis hanya ada calon tunggal yang akan berhadapan dengan kotak kosong.

“Dari studi banding ke sana mudah-mudahan nanti bisa berguna bagi Kota Balikpapan. Bagi KPU dan Bawaslu di sini yang untuk pertama kalinya pilkada diikuti hanya satu pasangan calon,” tambahnya. (MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *