background img

Kenaikan Rokok, DPRD Sebut Tak Efektif

4 years ago written by

Balikpapan – Kenaikan harga rokok menjadi Rp 50 ribu per bungkus menimbulkan sikap pro dan kontra di masyarakat. Kenaikan harga rokok yang diwacanakan oleh Pemerintah Pusat ini bertujuan untuk mengurangi dampak atau penyakit yang ditimbulkan karena racun dari rokok. Namun, kenaikan harga rokok yang akan keluar melalui kebijakan Pemerintah Pusat tahun 2016 ini dinilai sangat tidak efektif.

Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Sabaruddin Pandrecalle sependapat kebijakan ini sangat tidak efektif. Menurutnya, jika pemerintah ingin meniadakan penyakit yang ditimbulkan karena merokok di masyarakat, seharusnya yang dilakukan adalah menutup pabrik rokoknya sekalian. Sabaruddin menambahkan, jika seseorang niat untuk merokok, maka berapa pun harganya pasti akan dibeli.

Di tempat terpisah Jafar, pemilik salah satu toko yang menjual rokok di daerah Gunung Pasir mengatakan, sangat keberatan dengan adanya kebijakan tersebut, karena hal itu akan berdampak langsung pada omzet penjualan sehari-hari. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *