background img

KEJANG DEMAM TAK TURUNKAN KECERDASAN ANAK

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Khawatir dan sedih pasti terjadi pada orang tua bila anaknya sakit. Terlebih saat ini wabah DBD di Balikpapan sedang meningkat. Jika mendapati anak demam, pertanda tubuhnya sedang melawan virus atau bakteri. Tak perlu panik, apalagi ada riwayat kejang demam pada anak.

Hal ini menjadi pembahasan pada segmen Interactive Healthy Care (IHC) bersama Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) di program Karir dan Keluarga radio KPFM 95.4 Mhz Balikpapan, Senin (22/7).

Segmen yang disiarkan setiap Senin pukul 11.00 hingga 12.00 Wita ini dipandu Elyana Sesil. Menghadirkan narasumber dr. Edric Chandra, didampingi Humas RSPB Aditya Yorinda.

“Kejang demam pada anak bisa terjadi jika suhu tubuh anak di atas 38 derajat celcius. Jika badan anak kejang, jangan disentuh. Bahkan ditahan karena bisa berisiko patah tulang atau keseleo,” jelas dr. Edric Chandra.

Dokter asal Medan ini mengatakan, saat kondisi anak kejang, letakkan anak di tempat yang datar dan aman. Berikan obat anti kejangnya, jangan memasukkan apapun ke dalam mulut anak karena potensi tersedak dan sesak napas, serta miringkan ke kanan atau ke kiri agar cairan bisa keluar, dan tidak masuk ke dalam paru-paru.

“Orang tua jangan panik jika anak mengalami kejang demam. Mohon diperhatikan durasinya tidak lebih dari 15 menit, lalu perhatikan juga seperti apa kejangnya? Apakah yang kaku hanya tangan atau kakinya saja atau seluruh tubuh hingga terbelalak matanya. Ini bisa membantu tim medis untuk diagnosa kategori kejang demamnya. Karena ada kejang demam yang kompleks bisa mengakibatkan gangguan pada otak.

Dipaparkan, banyak anggapan masyarakat bahwa anak yang pernah mengalami kejang demam akan menurun tingkat kecerdasaannya. Ternyata anggapan ini salah.

“Hanya kejang demam kompleks saja yang bisa membuat anak menjadi lemot. Biasanya terjadi jika usia anak lebih dari 5 tahun, mengalami kejang demam dengan frekuensi lebih dari 2 kali selama sehari,” ujarnya.

Tetapi, lanjutnya, jika terjadi sekali dalam sehari, itu masih termasuk kategori kejang demam yang normal,  dan bisa berhenti jika usianya 5 tahun.

Menjelang tanggal 23 Juli yang bertepatan dengan Hari Anak Nasional, dr. Edric pun memberikan tips agar anak tetap sehat. “Berikan anak makanan yang bernutrisi dan bergizi , perhatikan jam tidurnya sekitar 10 hingga 12 jam per hari. Lalu lakukan aktivitas bergerak di luar agar anak bisa mendapatkan kebugaran pada tubuhnya, dan  melatih motoriknya. Hentikan penggunaan gadged pad anak. Selain merusak mata, juga akan membuat anak susah bersosialisasi,” ujar Edric. (SESIL/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *