background img

KASUS RPU DITUNTASKAN USAI PILEG

6 months ago written by

Foto: Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) menggelar aksi di Kantor DPRD Balikpapan, Desember 2017 lalu. Mereka menyoroti kasus korupsi RPU.
KPFM BALIKPAPAN – Direktorat Reskrimsus Polda Kaltim memastikan penyidikan kasus korupsi Rumah Pemotongan Unggas (RPU) terus berjalan. Pemeriksaan terhadap para terduga akan kembali dilanjutkan, setelah sempat ditunda karena momentum Pemilu 2019.
“Pelantikan anggota legislatif kan sekitar bulan September. Setelah itu baru kita lakukan proses penegakan hukum yang sempat tertunda. Karena kan sesuai TR (Telegram Rahasia) dari Mabes, bahwa yang mengikuti Pemilu kita tunda sampai dengan selesai pemilihan,” kata Direktur Reskrimsus Polda Kaltim Kombes Pol Budi Suryanto kepada KPFM, Jumat (17/5).
Untuk diketahui, pengembangan penyidikan kasus korupsi yang merugikan negara Rp11 miliar ini menyasar dua anggota legislatif. Yakni inisial ABD dan AY.
Keduanya, merupakan peserta pada pemilihan anggota legislatif (Pileg) Balikpapan, Pemilu 2019 ini. “Setelah rangkaian Pemilu. Kalau itu sudah selesai akan segera kita proses,” imbuhnya.
Pihaknya, kata Budi, memastikan kasus ini akan terus berjalan dan selesai hingga tuntas. Pasalnya, kasus ini juga menjadi perhatian KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi). Di mana, perkembangan kasus ini selalu dipantau lembaga anti rasuah Indonesia itu.
“KPK selalu melihat perkembangan dari Polda. Perkara ini juga kan sudah disupervisi KPK,” ujarnya.
Kasus ini semakin menemui titik terang setelah ditangkapnya saksi kunci yang selama ini dicari-cari, berinisial Rus. Dia ditangkap oleh jajaran Polres Balikpapan untuk kasus korupsi TPU (Tempat Pemakaman Umum). Namun kini telah ditahan di Polda Kaltim, terkait kasus RPU ini.
“Dia (Rus) yang mengatur segala macam kegiatan, dari mulai pengadaan sampai pembagian fee itu. Dan sekarang sudah menjalankan penahanan kita. Penahanan Polda,” bebernya.
Seperti diketahui, kasus ini merugikan negara sebesar Rp11 miliar. Selama penyidikan, 7 orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka telah ditahan di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Kaltim, Samarinda. Masing-masing berinisial AW, AM, RPM, NO, CC, MY dan SE. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *