background img

JUNGKAT-JUNGKIT: JANGKIT

4 years ago written by

Balikpapan – Jungkat-Jungkit menjadi band indie yang beruntung karena dipercaya untuk mengisi acara grand opening Markobar Balikpapan milik Gibran Rakabuming Raka putra sulung Presiden RI Joko Widodo, Minggu malam (27/11) di kompleks ruko Pasar Segar Blok RC 01.

Grup duo yang terdiri dari pasangan kekasih Safina Tiara Nadisa dan Said Abdullah ini sudah mengenal Gibran sejak sebelum menikah. Tetapi, keakraban mereka berawal saat Jungkat-Jungkit diminta untuk menjadi pengisi acara dalam pernikahan Gibran dengan Selvi Ananda 11 Juni 2015 lalu. Setelah itu mereka berkawan akrab, lalu Jungkat-Jungkit dipercaya untuk mengisi beberapa acara Gibran. Salah satunya pembukaan Markobar di beberapa kota.

Gibran mengaku, Jungkat-Jungkit beda dari band lain. Apalagi mereka cuma berdua. Genre blues folk yang dibawakannya pun cukup menghibur dan memberikan sensasi berbeda. Keduanya acap memadukan harmonisasi melodi dengan tabla dan harmonika.

Vokalis sekaligus pemain gitar rhtym, Adis mengaku merasa beruntung bisa dipercaya oleh seorang anak Presiden untuk mengisi sejumlah acara. “Kalau ditanya kami main berapa lagu, saya bingung menjawabnya. Karena dari Mas Gibran sendiri membebaskan kami mau main berapa lagu,” kata Adis.

Jungkat-Jungkit yang terbentuk sejak Agustus 2013 dalam komunitas musik blues sudah mulai merambah dunia internasional. Terbukti dengan terpilihnya mereka, band satu-satunya yang mewakili Indonesia dalam ajang musik internasional Ethno India di Ramnagar, Uttarakhand, India, Maret 2016 lalu. Dalam kesempatan itu, mereka membawakan beberapa lagu daerah sekaligus mengajarkan budaya Indonesia ke peserta lain yang merupakan perkumpulan musisi muda sedunia.  “Yang istimewa kami harus memakai baju daerah dan saat itu yang kami pakai adalah batik, kebaya dan beskap. Kami menyanyikan lagu Tak Lelo Ledung dan lagu Aceh,” jelas Adis.

Pada Oktober lalu Jungkat-Jungkit juga dipercaya lagi untuk tampil di ajang internasional Frankfurt Book Fair 2016 di Frankfurt Trade Fair, Jerman. Di sana mereka tergabung dalam Cakravala Mandala Dvipantara yang merupakan kelompok seni pertunjukan kontemporer dengan berbagai latar belakang kebudayaan Indonesia.

Di Benua Eropa itu Adis dan Said menampilkan karya sendiri serta musikalisasi puisi dari beberapa penyair muda, salah satunya Adimas Immanuel. Single Kuku milik mereka juga merupakan puisi Adimas yang dicuplik dari buku Plesir Mimpi.

Kedua musisi berbakat ini berencana segera menggarap album serta video klipnya di tengah jadwal padat dan serangkaian kesibukan. Meskipun grup indi, Jungkat-Jungkit yang dimanisfestasikan sebagai filosofi keseimbangan ini berhasil menjangkiti penggemarnya. Terbukti saat manggung ratusan fans pasti berjibun. (RARA/KPFM)

Article Categories:
Music

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *