background img

JEMBATAN BALIKPAPAN PPU HARUS ADA SINKRONISASI

4 years ago written by

Balikpapan – Proyek pembangunan jembatan yang menghubungkan Balikpapan dan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dinilai berpotensi menimbulkan berbagai dampak negatif pada lingkungan hidup. Hal ini diungkapkan Ketua LSM Stabil, Jupri seusai rapat konsultasi publik proyek jembatan Balikpapan-PPU di kantor Kecamatan Balikpapan Kota, Rabu (19/10). Menurutnya, pembangunan jembatan tol yang diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp 4 triliun tersebut dikhawatirkan bisa berdampak pada kualitas air di area pembangunan dan sekitarnya menurun. Selain itu terganggunya lalulintas air di Teluk Balikpapan, berimigrasinya biota air yang ada di area pembangunan jembatan, serta terancamnya habitat lumbalumba. “Proyek ini harus ada sinkronisasi antara pemerintah, instansi terkait, dan masyarakat. Terutama terkait dampak negatifnya. Harus ada opsi lain tentang itu,” tegasnya. Diketahui panjang jembatan tol yang diprediksi mulai dibangun Februari 2017 ini mencapai 6,5 kilo meter dengan ketinggian 50 meter. (FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *