background img

JANGAN TERGIUR INVESTASI BODONG

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Kondisi pandemi Covid-19 yang telah melanda perekonomian dunia sejak awal tahun 2020, telah memberikan dampak yang cukup besar terhadap kehidupan masyarakat.

Banyak perusahaan atau tempat usaha yang terpaksa tutup karena tidak mampu bertahan. Sebagian perusahaan mengambil langkah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) atau merumahkan, dan melakukan pemotongan terhadap gaji karyawan.

Di tengah kondisi krisis ini, sebagian orang harus berfikir untuk mencari cara dalam mencukupi kebutuhan keluarganya. Dengan berusaha mencari sumber pendapatan lainnya.

Namun dikhawatirkan dimanfaatkan sekelompok orang sebagai modus untuk menawarkan investasi yang tidak jelas atau bodong.

“Dengan kondisi ekonomi yang sekarang ini menjadi peluang bagi sekelompok orang dipergunakan menawarkan investasi dengan keuntungan besar. Ini dimainkan oleh orang yang mengambil kesempatan yang sudah ada,” kata Ryan Filbert, Praktisi & Inspirator Investasi Indonesia serta Penulis Puluhan Buku Best Seller Nasional ketika menjadi narasumber di program Sarapan Pagi di Radio KPFM Balikpapan yang dipandu Sherly Kezia, Rabu (14/10).

Ia meminta agar masyarakat tidak mudah percaya dengan tawaran investasi yang menggiurkan dengan potensi keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Bila ada orang yang menyampaikan bahwa dengan investasi anda akan cepat kaya, bisa dikatakan itu 50 persen bohong,” tegasnya.

Menurutnya, dalam kondisi kritis saat ini, banyak orang yang berfikir bahwa dengan investasi dapat menjadi kendaraan yang membuat orang kaya. Tapi itu tidak salah, kalau dengan tetap berinvestasi, pada suatu waktu akan benar-benar jadi orang kaya. Tapi kalau mengatakan anda cepat kaya itu 50 persen tidak benar.

“Kalau ada orang yang menawarkan dalam kondisi sulit saat ini, menawarkan anda investasi yang membuat anda cepat kaya, kemungkinan hal tersebut malah membuat uang anda bablas. Kalau sudah bablas mau ngapain saja susah,” ujarnya.

Sebagian masyarakat harus bisa menggunakan logika ketika mendapat tawaran investasi, karena bentuk penipuan yang dilakukan sangat beragam seperti money game atau investasi emas PO yang ditawarkan lebih murah 20 persen dari emas Antam, dengan alasan dilebur ulang disertifikasi ulang.

“Logikanya, emas yang sudah babak belur saja tetap dihargai meskipun turun dikit. Masa ada emas murni diskon 20 persen,” ungkapnya.

Selain itu, ia meminta agar masyarakat tidak mempercayai penawaran investasi yang meminta kepada orang yang membeli untuk menawarkan kembali investasi tersebut kepada orang lain. Karena tidak ada instrument investasi yang didapat dengan menawarkan barang baru.

“Yang namanya investasi itu tidak perlu ditawarkan ke orang lain. Kita akan tetap jadi kaya. Misalnya orang beli properti, lalu ditawarkan. Kalau dia tawarkan ke orang lain akan dikasih lebih murah,” terangnya.

Ia mengimbau agar masyarakat dapat lebih berhati-hati dalam menerima penawaran investasi dalam kondisi saat ini. Tentu mempertimbangkan kembali investasi yang ditawarkan, dan kejelasan perusahaan yang menawarkan hingga menelusuri jejak digital dari kegiatan investasi yang ditawarkan.

(MAULANA/ KFPM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *