background img

Ini Efek Terlalu Sering Makan Mi Instan

5 years ago written by

Beuh, siapa coba yang nggak suka mi instan, apalagi buatan mantan? Terus mi instan-nya rasa yang dulu pernah ada. Pasti enak banget ya nggak, Kopers? Terus nih, mi instan rebusnya pake telur dan irisan cabe rawit. Ckck. Makannya 2 bungkus, beuh! Pake nasi lagi, gila dah tuh. Kalau mangkok atau piringnya dijejerin sama anak kucing, wah! Itu anak kucing nggak keliatan! Kelindungan sangking banyaknya. Hehe.. *tepok-tepok perut* 
Oke, kita agak serius nih. Jadi, terlalu sering mengonsumsi mi instan, yakni sekitar 3 kali seminggu-an gitu nih, itu akan meningkatkan risiko penyakit sindrom kardiometabolik. Kondisi ini bisa membuat seseorang berisiko tinggi terkena penyakit jantung, diabetes, dan stroke. Nah loh!
Penelitian tersebut dilakukan di Amerika Serikat dan dimuat dalam Journal of Nutrition. Menurut ketua peneliti, Dr Hyun Joon Shin, kebiasaan mengonsumsi mi instan lebih berdampak buruk pada kaum wanita. Apa?! Wanita?! 
Penelitian yang dilakukan Shin, itu difokuskan di Korea Selatan karena mi instan dan juga ramen merupakan favorit orang Asia. Korea Selatan sendiri merupakan negara dengan konsumsi mi instan tertinggi di dunia.
Dalam beberapa tahun terakhir ditemui peningkatan jumlah masalah kesehatan, terutama penyakit jantung dan banyaknya orang dewasa yang kegemukan. Atas dasar inilah Shin melakukan penelitian untuk mengetahui kaitan antara konsumsi mi dengan kesehatan.
Mi instan, seperti halnya makanan yang diproses lainnya, itu mengandung garam yang tinggi lho, Kopers. Pola makan tinggi mineral seperti ini yang bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke. 
Penelitian lain juga dilakukan nih oleh Braden Kuo, salah seorang ahli kesehatan pencernaan dari Massachusetts General Hospital di Boston. Ia menggunakan kamera berukuran sangat kecil untuk melihat apa yang terjadi pada organ pencernaan setelah seseorang makan mi ramen instan.
Menurut Kuo, mi ramen mengandung zat kimia tertiary-butyl hydroquinone (TBHQ), pengawet makanan yang merupakan produk biobutane, yang juga dipakai dalam industri minyak.
“Hal yang paling menarik dari percobaan ini adalah setelah satu atau dua jam, mi instan ramen tidak mudah dipecah oleh usus dibanding dengan mi ramen yang dibuat sendiri,” katanya.
Waduh! Kopers mulai sekarang kurangin dah tuh makan mi instan-nya, apalagi yang punya kenangan indah bareng mantan lewat mi instan. Eh. :p
 

sumber: liputan6.com | foto: maangchi.com
Article Categories:
Lifestyle · News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *