background img

IMDAAD TETAP KRITIS

4 years ago written by

Balikpapan –  Sosok Imdaad Hamid di kalangan pekerja media memang dikenal sebagai seorang pemikir. Sejak meniti karir birokrasi dari Karo Biro Humas Pemprov Kaltim 1986, hingga memimpin kota Balikpapan dua periode, ia dikenal sebagai tokoh pemikir yang inovatif. Banyak ide brilian, sekalipun selalu berpikir kritis.

Saat dijenguk KPFM Jumat sore (30/9) pukul 17.50 Wita di RSU Balikpapan, kondisi kesehatan Imdaad Hamid tampak berangsur membaik. Meskipun kesehatannya terganggu, tak menghalanginya untuk memberikan pendapat.

Saat ditanya kondisi defisit Balikpapan, Imdaad justru memuji kinerja Walikota Balikpapan Rizal Effendi yang sedang berjuang menghadapi situasi sulit sekarang ini.

Ia juga berpendapat tentang ekonomi nasional sekarang. “Ekonomi sekarang sudah berbeda. Jika dulu zaman Ir. Sukarno, sistem ekonomi Indonesia terpimpin. Namun pasca reformasi, sifatnya menjadi liberal,” ucapnya.

Saat dijenguk anggota Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Imdaad tampak bersemangat. Mahfum, ia juga alumni GMNI Samarinda tahun 60an. “Merdeka….,” kata Imdaad mengepalkan tangan kiri seraya tersenyum ketika disalami anggota GMNI.

Imdaad yang terbaring di ruang Ebony 22 lantai 3 RSUD, didiagnosa gangguan fungsi saraf atau neurologi, sejak Rabu lalu (28/9). Imdaad mengatakan, rencananya akan pulang ke rumah hari ini, karena kondisinya membaik. Namun, lantaran tekanan darahnya yang masih tinggi akhirnya rencana pulang belum terwujud. “Alhamdulillah, sudah ada kemajuan. Pagi sudah bisa makan, namun tekanan darah saya yang masih tinggi. Kemungkinan Minggu baru bisa pulang,” ujarnya. (ARIYANSAH/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *