background img

ILEGAL, PERTAMINI DILARANG BEROPERASI

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Penjual Bahan Bakar Minyak (BBM) eceran dengan sistem digital atau Pertamini tampaknya semakin menjamur di kota Balikpapan. Bahkan, sudah tersebar di seluruh kecamatan. Ada juga yang letaknya tidak jauh dari SPBU. Kurang dari 1 kilometer.

Meski dinilai membantu, kehadirannya masih dianggap ilegal karena tak berizin. Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Arzaedi Rahman membenarkan hal itu. Ia menyebut jika Pertamini tidak mendapatkan izin dari pemerintah sehingga dinyatakan ilegal. “Belum ada izin. Artinya ilegal. Makanya kami minta agar Pertamini ini tidak beroperasi,” kata Arzaedi, Selasa (25/6).

Ia menambahkan, berdasakan aturan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH MIGAS)  Nomer 6 Tahun 2015,  maka keberadaan pom bensin Pertamini diatur dan memiliki regulasi yang jelas. Misalnya, keberadaan Pertamini hanya diperbolehkan di kabupaten, sedangkan wilayah kota tidak diperbolehkan.

“Kalau di wilayah kabupaten diperbolehkan, karena wilayahnya sangat sulit dijangkau SPBU. Selain itu, keberadaan Pertamini jaraknya dengan SPBU minimal radius 10 Km,” ujarnya.

Sebelumnya, Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi juga menyebut jika kehadiran Pertamini melanggar dan dianggap ilegal. Ia pun meminta kepada pemilik Pertamini untuk kembali beroperasi setelah ada aturan yang jelas. “Apabila masih ada Pertamini buka, tentunya akan ditindak oleh Satpol PP,” katanya baru-baru ini.

Di samping berkoordinasi dengan Satpol PP, Ketua DPD Nasdem Balikpapan itu mengaku jika pemerintah kota juga akan melakukan diskusi dengan pihak Pertamina soal aturan penjualan BBM dengan skala kecil atau eceran. Mengingat adanya tuntutan permintaan dari sejumlah perwakilan pengusaha Pertamina agar pemerintah memberikan keberpihakan terhadap usaha mereka.

“Saat ini memang ada program untuk penjualan dalam skala kecil, namun harus ada aturan yang jelas dari Pertamina soal regulasinya,” ucapnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Comments to ILEGAL, PERTAMINI DILARANG BEROPERASI

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *