background img

HAKIKAT MALU DALAM ISLAM

2 weeks ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Memiliki rasa malu merupakan harfiah seorang manusia. Ternyata, antara rasa malu dan keimanan saling berkaitan. Bahkan rasa malu merupakan sebagian dari keimanan.

“Malu dan iman adalah satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Karena jika kita beriman, pasti akan menjaga rasa malu serta kemaluan kita,” ujar ustadz Didin Hasiruddin S Th I saat tausyah singkat di radio KPFM 95.4 MHz Balikpapan, Jumat (20/11)

Pada program Sajadah yang dipersembahkan oleh Dompet Dhuafa Kaltim ini, Didin juga menyampaikan bahwa jika seseorang dapat menjaga rasa malunya akan mendapatkan jaminan berupa surga.

Didin juga menyampaikan, ada beberapa jenis malu yang dimuliakan, bahkan di hinakan Allah. Saat seseorang merasa malu jika melakukan maksiat, maka ini merupakan malu yang dimuliakan Allah.

“Karena dia memiliki keimanan bahwa di saat dia akan bermaksiat, akan ada Allah yang mengetahui. Sehingga dia tidak akan berbuat maksiat. Sementara itu, jika ada seseorang yang merasa malu jika diajak ke pengajian atau malu berkumpul dengan orang soleh, ini adalah rasa malu yang dihinakan Allah.”

Membedakan antara malu dengan takut, ustadz Didin menyampaikan bahwa jika ada seseorang malu untuk berbicara di depan orang baru atau orang banyak, maka itu harus diubah karena itu bukan malu melainkan takut.

“Sehingga butuh waktu untuk berlatih agar bisa bersosialisasi dengan orang baru agar menjadi pribadi yang lebih baik,” tutupnya.

(Sesil/kpfm)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *