background img

FERI CEPAT YANG MANGKRAK MAU DIJUAL PEMKOT BALIKPAPAN

4 years ago written by

Balikpapan – Kapal feri cepat milik Pemkot Balikpapan yang kondisinya mangkrak di pelabuhan Kariangau rencananya bakal dijual. Ini salah satu upaya untuk menutupi defisit APBD sebesar Rp 577 miliar yang dialami Pemkot Balikpapan. Opsi untuk melego aset ini dikemukakan Walikota Rizal Effendi pagi tadi (27/9).

Rizal mengaku kalau rencana penjualan aset pemerintah daerah ini sesuai masukan dari berbagai pihak. Terutama aset yang dinilai tidak tidak produktif. “Banyak masukan untuk jual aset. Nanti kita inventarisir mana saja aset tidak produktif yang akan kita jual,” ungkap Rizal.

Seperti di beritakan sebelumnya, penjualan aset sudah dilakukan untuk menutupi anggaran yang defisit. Salah satunya melelang sekitar 80 kendaraan dinas yang kurang layak pakai.  Penjualan kapal feri cepat ini dianggap belum mendesak, karena Pemkot masih harus membahasnya dengan pihak-pihak terkait. Termasuk kajian ekonomis. Pasalnya, armada tersebut milik bersama Pemkot Bontang, dan Kabupaten Paser. “Memang kita ada wacana mau jual kapal feri cepat, tapi masih harus dibahas lagi dengan instansi terkait, karena kapal itu milik bersama,” tegasnya.

Saat ditanyai target pendapatan dari hasil penjualan aset, Rizal masih belum bisa menyebutkan lantaran harus menginventarisir terlebih dahulu.  Kapal feri cepat untuk layanan jasa angkutan air ini dibeli bersamaan kapal milik Bontang dan Kutai Timur, di masa Walikota Imdaad Hamid. Kapal bekas tersebut ternyata bermasalah. Hanya sekali beroperasi, kemudian mangkrak.

Bila menengok harga feri cepat Roro milik Bontang yang pernah mau dijual sekira Rp 30 miliar, kemungkinan harga jual feri cepat Balikpapan juga di kisaran itu. Pembelian kapal ini beberapa waktu lalu juga sempat membuat laporan keuangan Pemkot Balikpapan sulit mendapatkan penilaian opini Wajar Tanpa Pengecualian. (FREDY/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *