background img

DUA SISWI SMAN 3 BALIKPAPAN JUARA KIR

2 years ago written by

BALIKPAPAN KPFM – Perlu kreativitas lebih untuk bisa mengubah barang tak bernilai, menjadi sesuatu yang bermanfaat. Ini berhasil dibuktikan dua siswi SMAN 3 Balikpapan pada lomba Lomba Karya Tulis Ilmiah Tingkat Provinsi Kaltim. Keduanya adalah Septi kelas X IPS 4, dan Nurmaulidia kelas X Ipa 4. Mereka berhasil meraih juara tiga lomba gagasan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Mulawarman (Unmul) Samarinda.

Karya yang mengantarkan Septi dan Nurmaulidia menjadi juara adalah penelitian tentang Pemanfaatan Limbah Triplek dalam Proses Pembuatan Permen Cabai. Karya ini awalnya terinspirasi dari banyaknya triplek bekas yang ditemukan di lingkungan sekolah dan sejumlah tempat.

“Alhamdulillah anak-anak kami berhasil mengharumkan nama sekolah dan juga kota Balikpapan di tingkat provinsi. Saya tidak menyangka kalau karya mereka bisa mencuri perhatian juri dalam lomba tersebut,” kata guru pembina Karya Ilmiah Remaja (KIR) SMAN 3 Balikpapan, Endah Partuti saat dikonfirmasi KPFM, Senin (2/4).

Dikatakan Endah, lomba karya tulis yang diadakan akhir Maret 2018 tersebut materinya di kirim via online, kemudian diseleksi oleh dewan juri untuk memilih 10 karya terbaik sebagai finalis. “Dari informasi yang kami dapat ada banyak karya tulis yang dikirim peserta ke tim juri. Tapi hanya 10 yang masuk sebagai finalis, salah satunya karya dari anak-anak kami yang berhasil keluar sebagai juara tiga,” ungkapnya.

Endah menyampaikan, pihaknya membimbing khusus dengan terus memberikan brieffing mengenai methodology research. Tim juga melakukan simulasi di hadapan guru pembimbing.  “Kami bersyukur usaha dan kerja keras anak-anak membuahkan  hasil,” ujarnya.

Dia menambahkan, SMAN 3 Balikpapan memang memiliki kelompok siswa penggemar karya ilmiah. Di kelompok ilmiah remaja inilah para siswa memiliki wadah mengembangkan ide dan karya untuk selanjutnya dilombakan.

“Kami memang fokus membina prestasi siswa melalui berbagai ekstrakulikuler, baik yang bersifat akademis maupun nonakademis,” katanya.

Endah berharap hasil karya siswanya tersebut dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah maupun pihak swasta untuk dapat dikembangkan. Terlebih lagi, anak didiknya melakukan penelitian hanya dengan alat yang tergolong minim dan waktu terbatas. “Kami berharap dapat diperhatikan, sehingga manfaat nantinya dapat dirasakan masyarakat,” tandasnya. (FREDY  JANU/KPFM)

Article Categories:
Music

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *