background img

DPRD SOROTI PENERAPAN JAM MALAM

4 days ago written by

 

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan kembali menyori soal pemberlakuan jam malam. Mereka tidak sepakat kegiatan ekonomi harus dibatasi.

“Barangkali tujuannya benar, tapi implementasinya yang salah,” kata Ketua DPRD Balikpapan Abdulloh, saat diwawancarai usai memimpin rapat paripurna, Rabu (16/9) siang.

DPRD, lanjut Abdulloh, sangat menghargai kinerja dari Gugus Tugas Covid-19 serta penegakan Perwali yang sudah dibuat.

Namun, penekanannya adalah sportivitas penegakan protokol Covid-19. Itu harus ditegakkan dan disosialisasikan kepada masyarakat. Seperti memakai masker, cuci tangan dan jaga jarak.

“Ini yang harus ditegakkan. Artinya jam malam itu diperlukan hanya untuk mensosialisasikan penanganan Covid. Bukan melarang orang berusaha kemudian jam sepuluh bubar. Kami DPRD tidak sepakat. Karena ini soal pergerakan ekonomi,” ujarnya.

Ia menegaskan, silahkan jam malam tetap diberlakukan. Tapi bukan untuk mengusir orang, melainkan dilakukan untuk penegakan protokol Covid. “Jadi tujuannya untuk menertibkan protokol Covid-19 di saat malam hari. Ini yang harus dipahami bersama,” ungkap Abdulloh.

Ia mencontohkan, seorang pelaku usaha kuliner mulai membuka usahanya pada pukul 19.00 Wita, dan harus ditutup pukul 22.00 Wita. Jadi hanya waktu dua jam untuk mencari rezeki. “Itu mungkin implementasi yang keliru,” ucapnya.

Menurut Abdulloh, penegakan protokol kesehatan tak mengenal waktu. Apa bedanya antara aktivitas di malam hari dan siang hari. Itu sama saja.

“Ini harus dibahas bersama. Pengertian jam malam yang seperti apa. Ini kan bukan dalam keadaan genting karena ada perang,” tandasnya. Fredy Janu/Kpfm

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *