background img

DPRD SOROTI KINERJA BP2DRD

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Balikpapan mempertanyakan kerja Badan Pengelolaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (BP2DRD) Kota Balikpapan. Hal ini menyusul angka piutang Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang cukup fantastis.

Demikian disampaikan Wakil Ketua DPRD Balikpapan, Tohari Aziz kepada awak media, Kamis (25/7) siang. Ia mengatakan, angka piutang PBB mencapai Rp 238 miliar. Piutang tersebut kebanyakan berasal dari pengembang perumahan.

“Kalau sampai kami cek dan betul jumlah piutang segitu besarnya, ini masalah. Sudah nggak benar. Harus dievaluasi kinerja (BP2DRD), karena sekarang kan sudah ada sistem e-Kinerja,” kata Thohari.

Politisi Partai PDIP ini mengaku terkejut ketika mengetahui adanya piutang PBB setelah menerima buku Kebijakan Umum Anggaran – Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS).

“Saya kaget saat melihat buku KUA-PPAS. Ini akan kami tanyakan kejelasannya. Pasti kami tanyakan,” tegasnya.

Legislator berkacamata ini sangat menyayangkan hal itu. Karena jika piutang Rp 238 miliar itu dilunasi, maka bisa menunjang pembangunan dan mengatasi permasalahan seperti banjir yang dihadapi Kota Balikpapan.

“Saya juga dengar ada piutang pajak sekitar Rp 5 miliar yang diputihkan. Akan kami tanyakan, apa alasannya diputihkan, karena kami juga harus tahu,” tandasnya. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *