background img

DOKTER OKUPASI RSPB SIAP BANTU PEKERJA

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Secara umum istilah Okupasi mungkin banyak yang belum mengetahui. Okupasi adalah istilah ilmu kesehatan kerja yang berfokus pada identifikasi risiko kesehatan dan mempertahankan tingkat kesehatan pekerja di tempat kerja.

Hal ini dibahas pada program Karir dan Keluarga di segmen Interactive Healthy Care (IHC) bersama RS Pertamina Balikpapan (RSPB), yang disiarkan radio KPFM 95.4 Mhz setiap Senin pukul 11.00 hingga12.00 Wita.

Pada edisi siar Senin (15/7) yang dipandu Elyana Sesil menghadirkan narasumber Dokter Spesialis Okupasi RSPB yaitu dr. Yitro AC Wilar, MKK Sp Ok. Ia didampingi Humas RSPB Aditya Yorinda.

“Setiap pekerjaan itu memiliki risiko. Baik itu kecelakaan maupun penyakit. Seperti contoh tukang roti yang memiliki risiko mengalami asma, karena pajanan dari debu tepung. Sehingga disarankan untuk menggunakan masker pada saat produksi,” ujar Yitro.

Menurutnya, untuk lingkungan kerja daerah Kota Balikpapan yang banyak pekerja tambang maupun perminyakan, sering ditemukan pekerja yang mengalami risiko keselamatan dan kesehatan kerja. “Seperti mekanik yang memiliki risiko cukup besar untuk mengalami gangguan musculoskeletal, seperti nyeri punggung bawah, nyeri sendi bahu, nyeri pinggang, atau istilah saraf kejepit di kalangan awam,” ujarnya.

Dikatakan, perusahaan wajib melakukan pengendalian risiko bahaya sehingga tidak terjadi penyakit akibat kerja atau kecelakaan kerja. “RSPB memiliki poli okupasi jika ada pekerja yang membutuhkan sertifikat Kelayakan Kerja. Sertifikat ini adalah sertifikat atau keterangan tertulis dari dari Dokter Okupasi untuk menyatakan kondisi layak kerja seseorang atau tugas atau pekerjaan yang dilakukan. Perlu diketahui bahwa saat ini Pusat Kedokteran Okupasi baru ada di RS Pertamina Balikpapan,” jelas Yitro yang juga tergabung dalam Perdoki (Perhimpunan Spesialis Kedokter Okupasi Indonesia).

Yitro memaparkan, aktivitas yang harus dilakukan oleh dokter okupasi adalah pemeriksaan para kerja seperti pemeriksaan tekanan darah bagi pekerja yang berisiko, terutama pekerja yang bekerja di ketinggian, mendiagnosa dini penyakit akibat kerja agar tidak terjadi pada pekerja, serta pemeriksaan secara berkala seperti MCU (Medical Check Up).

“Hadirnya dokter okupasi sangat membantu pelaku usaha agar produktivitas meningkat karena pekerjanya sehat dan bugar saat bekerja,” tambahnya. (SESIL/KPFM)

Article Categories:
News · Talkshow

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *