background img

DJP KALTIMRA GELAR DIALOG PERPAJAKAN

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Sebagai salah satu upaya mengenalkan dan meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimra) menggelar dialog perpajakan, Selasa (16/7) malam.

Kegiatan yang dipusatkan di Halaman Kompleks Kanwil DJP Kaltimra, Jalan Ruhui Rahayu Nomor 1, Balikpapan Selatan (Balsel) ini merupakan rangkaian peringatan hari pajak yang diperingati setiap tanggal 14 Juli. Kali ini tema yang diangkat adalah Bersama Dukung Reformasi Perpajakan.

“Kegiatan ini adalah salah satu langkah untuk mendekatkan Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara dengan wajib pajak dan tokoh masyarakat di wilayah Kaltim dan Kaltara, sekaligus dalam rangka memperingati hari pajak tahun 2019 yang jatuh pada tanggal 14 Juli,” kata Kepala Kanwil DJP Kaltimra, Samon Jaya usai kegiatan.

Dialog perpajakan seperti ini, lanjut Samon Jaya, rutin dilaksanakan oleh Kanwil DJP Kaltimra. Sebelumnya dialog serupa juga dilaksanakan bersama awak media, pengacara, Ikatan Notaris, dan berbagai klasifikasi usaha lainnya.

“Ini rutin kami lakukan. Untuk kali ini konsepnya kami kemas berbeda dengan biasanya yakni romantic garden

party. Yang hadir ada seratus lebih undangan dan dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Kaltim bapak Hadi Mulyadi,” ujarnya.

Pada kesempat itu, Samon Jaya juga mengatakan jika warga Kabupaten Berau patut berbangga. Karena salah satu pengusaha pribumi di Berau menyumbang pajak terbesar di Indonesia. Sementara Kalimantan Timur dan Utara secara nasional dari 33 Kanwil masuk dalam nomor urutan ke sembilan.

“Total keseluruhan pajak yang diterima sudah mencapai 45,30 persen, dari target Rp 23,8 triliun. Tanjung Redeb nomor satu di Kaltimtara, di atas rata-rata nasional. Yang membawahi Kabupaten Berau. Salah satu penyumbang pajak terbesar, merupakan pengusaha batu bara asal Berau,” ungkapnya.

Sementara Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi mengatakan, wajib pajak adalah pahlawan negara. Dalam agama juga sudah pasti menganjurkan umatnya untuk membayar pajak. “Semua agama mengajarkan agar umatnya membayar pajak. Untuk itu mari kita membayar pajak. Dan masih banyak potensi pajak yang harus digali. Ini harus terus diperbaharui,” kata Hadi Mulyadi. (FREDY JANU/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *