background img

DISPORAPAR INGIN TURIS MANGGAR CERDAS

1 year ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Balikpapan merespon positif sejumlah kritik masyarakat seputar pantai wisata Manggar Segarasari yang bergulir pasca liburan Lebaran Idul Fitri. Dua persoalan mengemuka, seperti mahalnya harga makanan dan merebaknya sampah di wadah pariwisata ujung timur Balikpapan yang sempat viral di media sosial, online dan media cetak.

Melalui Unit Pengelola Teknis (UPT) Manggar Segarasari, dinas yang dikepalai Oemy Facesly itu menyampaikan press release, dengan mengimbau pada seluruh masyarakat yang berkunjung ke pantai wisata mana pun, termasuk Manggar Segarasari agar menjadi turis yang cerdas.

Seperti memperhatikan hak dan kewajiban ke tempat wisata. Tidak membayar apa pun di luar ketentuan harga yang sudah tertera di atas tiket masuk, sesuai Peraturan Daerah (Perda) yang berlaku. Selalu bertanya sebelum membeli, menawar dengan baik. Jika tidak bersepakat dengan harga yang ditawarkan agar mencari pedagang yang lain. Jika dirasa terlalu mahal, bisa membawa bekal dari rumah.

Selain itu, selalu menjaga kebersihan tempat wisata dengan membuang sampah pada tempatnya. Jika tak ada tempat sampah di sekitar pengunjung, agar membantu untuk mengumpulkan sampah masing-masing lalu membuang di tempat yang semestinya.

Pengunjung pun jangan segan untuk menyampaikan keluhan atau kasus yang terjadi ke kantor UPT Manggar Segarasari yang terletak di sebelah musala.

Sebelum ini, kritik yang dilontarkan pengunjung salah satunya adalah mahalnya harga makanan di sana. Seperti nasi lalapan yang Rp 50 ribu satu porsi. Alasan penjual, suasana Lebaran ini membuat harga bahan makanan di pasar tradisional terkerek naik. Mau tidak mau, harga jual ke konsumen pun ikut naik.

Di samping itu, masih banyak wisatawan yang kurang menyadari akan kebersihan lingkungan. Tumpukan sampah sisa wisatawan masih terlihat di beberapa titik pasca liburan Lebaran. Pariwisata pantai seluas 12 hektare tersebut juga minim tempat penampungan sampah. (*) KPFM

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *