background img

DISDIKBUD TUNGGU SURAT RESMI

1 week ago written by

KPFM BALIKPAPAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan masih menunggu keputusan dari Pemerintah Pusat terkait rencana penghapusan Ujian Nasional (UN) pada tahun 2020 ini.

Wacana untuk penghapusan UN yang telah disepakati oleh Pemerintah Pusat dan Komisi X DPR RI untuk menyikapi dampak penyebaran virus Corona atau Covid-19 yang sudah menjadi pandemi karena telah menyebar ke sejumlah penjuru tanah air.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan Muhaimin mengatakan, pihaknya belum bisa membuat kebijakan terkait rencana penghapusan UN pada tahun 2020 ini, karena belum ada petunjuk resmi dari Pemerintah Pusat.

“Kami masih menunggu surat resmi dari Kemendikbud untuk memastikan kalau memang UN benar-benar dihapuskan,” kata Muhaimin ketika diwawancarai wartawan, Selasa (247/3).Penyebaran virus Corona yang semakin meluas di sejumlah wilayah di Indonesia menyebabkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Republik Indonesia dan Komisi X untuk membatalkan pelaksanaan UN.

Sesuai dengan jadwal, pelaksanaan UN untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat direncanakan akan dilaksanakan pada akhir Maret ini. Sedangkan Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat akan dilaksanakan pada pertengahan April 2020 mendatang.

Penghapusan UN dilakukan untuk menghindari kegiatan yang melibatkan banyak orang yang dapat berpotensi meningkatkan ancaman penyebaran virus Corona, sesuai dengan imbauan dari pemerintah. Muhaimin mengaku bahwa dirinya tidak bisa berkomentar banyak terkait kebijakan penghapusan UN, karena masih menunggu petunjuk resmi dari Pemerintah Pusat, di antaranya dalam penentuan penilaian kelulusan siswa setelah UN dihapuskan.

Ia menjelaskan, pihaknya siap menjalankan segala keputusan yang diterbitkan Kemendikbud, meski saat ini pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan untuk melaksanakan UN di tingkat SMP yang dijadwalkan akan digelar pada akhir April mendatang.“Pada prinsipnya kami siap mengikuti apapun arahan Kemendikbud terkait kebijakan UN,” jelasnya.

Ia menjelaskan, jumlah siswa kelas 3 di tingkat SMP yang akan mengikuti UN pada tahun 2020 ini tercatat mencapai 10.466 orang yang berasal dari 76 sekolah negeri dan swasta yang ada di Kota Balikpapan.

Sementara itu, menyangkut rencana penambahan libur sekolah setelah adanya kebijakan menaikan status Kejadian Luar Biasa (KLB) terhadap ancaman virus Corona di Kota Balikpapan, Muhaimin mengaku masih menunggu arahan dari Pemerintah Kota Balikpapan terkait revisi surat edaran tentang penetapan libur sekolah dari tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP).“Kami masih menunggu arahan dan revisi surat edaran Wali Kota,” pungkasnya.(MAULANA/KPFM)

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *