background img

DIBAKAR CEMBURU, ISTRI TEWAS DIGOROK

3 years ago written by

Balikpapan – Api cemburu kembali menelan korban. Ya, akibat dibakar api cemburu, seorang pria berinisial NDK nekat membunuh istrinya sendiri, karena menduga berselingkuh dengan teman kerjanya. Jasad korban Zubaidah ditemukan di Gang Arjuna RT 10, Kelurahan Sepinggan, Sabtu pagi (10/6).

Pria berusia 28 tahun itu menggorok leher Zubaidah, istri yang masih dicintainya itu menggunakan pisau dapur. Saat itu korban dalam keadaan tertidur pulas di rumahnya kawasan perumahan Daksa, Kelurahan Sepinggan, Balikpapan Selatan.

“Kejadiannya bermula saat NDK mengantar Zubaidah pulang ke rumahnya, Jumat (9/6) pukul 24.00 Wita. Setelah itu NDK langsung disuruh pulang sama Zubaidah. Satu jam kemudian, menurut pengakuan tersangka, istrinya nggak bisa dihubungi. Ditelepon nggak diangkat, diBBM nggak dibalas. Karena curiga istrinya selingkuh, akhirnya tersangka kembali mendatangi rumah Zubaidah sekitar pukul 01.00 Wita, Sabtu (10/6). Mereka ini pasangan pisah ranjang,” jelas Kabag Ops Polres Balikpapan Kompol Supriyanto saat dikonfirmasi KPFM, Sabtu (10/6).

Ketika NDK tiba disana, suasananya sudah sepi. “Dan dia mendapati istrinya sudah tertidur pulas. Tersangka jengkel langsung mengambil pisau dapur, lalu kemudian membunuh korban,” lanjut Supriyanto.

Sebelumnya Zubaidah pernah mengaku kepada NDK bahwa dirinya memang pernah dekat dengan teman kerjanya.

“Itu sudah sebulan yang lalu. Enam hari lalu istrinya mengakui perbuatannya. Dia berhubungan dengan teman kerjanya, yang juga teman kerja suaminya. Karena mereka ini kan satu tempat kerja,” kata Supriyanto berdasarkan pengakuan tersangka NDK.

Jasad Zubaidah ditemukan bersimbah darah oleh anaknya, Sabtu (10/6) sekitar pukul 06.30 Wita. Saat diamankan pihak kepolisian, NDK mengelak tuduhan sebagai pembunuh. Namun setelah dilakukan pemeriksaan mendalam, NDK pun akhirnya mengakui perbuatannya.

Tersangka saat ini telah diamankan di Mapolres Balikpapan, jalan Jenderal Sudirman. Ia dijerat pasal 340 sub pasal 338 KUHP. “Ancaman hukumannya jika itu memang terbukti pembunuhan berencana, maka bisa hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup, atau bisa juga sekurang-kurangnya 12 tahun penjara,” pungkas Supriyanto. (ARIYANSYAH/KPFM)

 

Article Categories:
News

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *